Asah Intelektual Warga Binaan, Lapas Wahai Gelar Lomba Cerdas Cermat di Momentum HBP Ke-62

Wahai, Salawaku – Peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) Ke-62 Tahun 2026 di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai makin terasa. Sebagai rangkaian Pekan Olahraga, Seni, Intelektual, dan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara (Porsenikab), Lapas Wahai gelar lomba cerdas cermat Warga Binaan, Rabu (22/4).

Berlokasi di lapangan blok hunian, perlombaan ini mengusung tema krusial: ‘Hak, Kewajiban, dan Sanksi bagi Tahanan dan Narapidana’. Setiap kamar hunian mengirimkan delegasi terbaiknya yang terdiri dari tiga orang untuk beradu ketangkasan berpikir. Materi perlombaan merujuk pada Undang-Undang RI No. 22 Tahun 2022 serta Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. 8 Tahun 2024 yang menjadi landasan utama perilaku Warga Binaan selama masa pembinaan.

Setelah melewati berbagai babak yang kompetitif, mulai dari pendalaman materi hingga babak rebutan yang memacu adrenalin, delegasi dari Kamar 6 akhirnya keluar sebagai pemenang utama. Mereka berhasil meraih posisi puncak dengan raihan skor 70, unggul atas delegasi Kamar 3 yang menempati posisi berikutnya dengan skor 50. Kemenangan ini disambut riuh tepuk tangan dari Warga Binaan lain yang antusias menyaksikan jalannya perlombaan dari pinggir lapangan.

Antusiasme diungkapkan oleh Warga Binaan berinisial Am’ Menurutnya, Porsenikab ini menjadi hiburan yang sangat bermutu sekaligus sarana belajar yang efektif bagi mereka. “Kami merasa dimanusiakan karena diberi ilmu, bukan cuma sanksi. Sekarang kami lebih paham apa yang harus kami lakukan selama di sini,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Usman Bakri selaku Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban sekaligus koordinator lomba menegaskan kegiatan ini adalah instrumen untuk memetakan pemahaman Warga Binaan. “Kami ingin mereka tidak hanya tahu hak yang bisa diterima, tetapi juga sadar akan kewajiban dan konsekuensi sanksi jika terjadi pelanggaran. Ini cara edukatif menjaga stabilitas keamanan melalui peningkatan literasi hukum,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, turut memberikan apresiasi tinggi atas semangat peserta. “Output yang kami harapkan sangat jelas, lahirnya Warga Binaan yang cerdas dan taat aturan. Semangat hari ini membuktikan pembinaan intelektual sangat diminati,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, memberikan apresiasi khusus terhadap inovasi ini. “Saya mengapresiasi langkah progresif Lapas Wahai yang mengemas edukasi hukum melalui kompetisi sehat. Di usia ke-62 ini, kita harus mengedepankan pendekatan yang memanusiakan dan mencerdaskan,” tegasnya.

Seluruh rangkaian perlombaan berjalan dengan lancar, menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat sekaligus mempererat rasa kebersamaan di lingkungan Lapas Wahai.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *