66 Peserta Ikuti CKG dan Skrining TBC di Lapas Namlea, Lampaui Target Kanwil

Namlea, Salawaku— Sebanyak 66 peserta yang terdiri dari pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea mengikuti Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TBC), Rabu (12/8).

Jumlah peserta tersebut melampaui target yang ditetapkan Kantor Wilayah. Dari total 66 peserta, sebanyak 56 merupakan warga binaan dan 10 lainnya adalah pegawai Lapas Namlea.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian bakti sosial kesehatan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tindak lanjut program CKG dengan rontgen dada untuk skrining TBC yang dilaksanakan jajaran Pemasyarakatan secara nasional.

Petugas Klinik Pratama Lapas Namlea, Fransky Uneputty, mengatakan keikutsertaan puluhan peserta dalam kegiatan tersebut merupakan upaya memastikan warga binaan dan pegawai mendapatkan akses pemeriksaan kesehatan secara optimal.

“Karena sebagian warga binaan sudah mengikuti kegiatan ini sebelumnya, kami tetap mengikutsertakan 66 peserta yang terdiri dari pegawai dan warga binaan. Untuk hasil pemeriksaannya masih menunggu proses pemeriksaan dan pengujian lebih lanjut dari Puskesmas Sawa,” jelas Fransky.

Pemeriksaan dilakukan oleh tim tenaga kesehatan Puskesmas Sawa yang berjumlah sembilan orang dengan dukungan peserta magang.

Sejumlah pemeriksaan dilakukan, mulai dari pengecekan kadar gula darah, tekanan darah, berat badan dan tinggi badan, hingga penggalian informasi terkait gejala TBC serta edukasi kesehatan.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengapresiasi antusiasme peserta mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, pemeriksaan kesehatan secara berkala penting untuk mendukung kondisi kesehatan warga binaan selama menjalani masa pembinaan.

“CKG merupakan wujud pemenuhan hak-hak warga binaan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang memadai dan tanpa dipungut biaya,” ujar Marasabessy.

Ia berharap pemeriksaan kesehatan tersebut dapat membantu mendeteksi lebih dini berbagai gangguan kesehatan, khususnya penyakit menular seperti TBC.

Selain pemeriksaan, warga binaan juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan Lapas yang sehat.

Hasil pemeriksaan selanjutnya masih menunggu proses pengujian dari Puskesmas Sawa sebagai dasar tindak lanjut apabila ditemukan peserta yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *