IPPMAP Tolak Hasil Rekonsiliasi Pelauw-Kariu

- Editorial Team

Selasa, 15 November 2022 - 20:04 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum IPPMAP M. Syarif Tuasikal, ST

 

Ambon, SALAWAKU – Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Pelauw (IPPMAP) menyatakan dengan tegas menolak hasil rekonsiliasi antara Pemerintah negeri adat Pelauw dengan warga Kariu di Kantor Gubernur Maluku, di Ambon, pada Senin (14/11/2022).

Hasil rekonsiliasi itu menghasilkan kesepakatan mengembalikan pengungsi Kariu ke tempat tinggalnya.

“Pertemuan kemarin IPPMAP sebagai organisasi pemuda, pelajar dan mahasiswa Pelauw tidak dilibatkan. Oleh karena itu, IPPMAP tetap tinggikan penolaian warga Kariu kembali,” kata Ketua Umum IPPMAP M. Syarif Tuasikal dalam keterangan, Selasa (15/11/2022).

IPPMAP tetap menolak pengungsi Kariu dikembalikan, dan menyampaikan usulan kepada pemerintah daerah supaya merelokasi warga Kariu ke tempat yang lebih aman atau menginisiasi program transmigrasi lokal.

Syarif mengatakan, usulan tersebut sebagai solusi yang tepat untuk menyelamatkan generasi muda dua negeri dari ancaman konflik yang berpotensi terjadi di tahun-tahun yang akan datang.

“Silahkan relokasi Kariu ke tempat lain, kalau lebih bagusnya di Pulau Seram. IPPMAP tetap konsisten dengan sikapnya menolak Kariu kembali, karena itu sudah menjadi hasil koputusan Mosonipi beberapa waktu lalu. Silahkan pemerintah mempertimbankan usulan kami biar kami bisa hidup aman selama-lamanya. Kalau warga Kariu dikembalikan maka potensi konflik masih sangat mungkin terjadi,” tutur Syarif.

“Lalu siapa yang akan bertanggung jawab bila lkonflik terjadi lagi. Siapa yang bakal bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak di dua negeri ini. Karenai konflik antara warga negeri adat Pelauw dengan warga Kariu sudah berulang-ulang terjadi sejak sebelum Indonesia merdeka sampai terakhir pada Januari 2022 lalu. Jadi kami minta dengan tegas kepada pemerintah daerah supaya tidak melakukan kesalahan sejarah yang pada akhirnya mengorbankan kami sebagai anak-anak generasi muda,” lanjut Syarif.

Oleh karena itu, IPPMAP sedang konsolidasi besar-besaran untuk menyiapkan aksi massa menolak pengungsi Kariu kembali. Aksi digelar dalam bentuk mimbar bebas sambil orasi-orasi oleh kalangan pemuda, pelajar dan mahasiswa, maupun tokoh-tokoh adat negeri Pelauw, dan dusun Ory. Aksi akan berlangsung selama beberapa hari sampai pemerintah daerah benar-benar membatalkan rencana mengembalikan pengungsi Kariu.

“Kita akan bikin parlemen mimbar terbuka di Pelauw dalam waktu dekat. IPPMAP dengan semua organ kepemudaan milik anak negeri dalam rangka menyatukan tekad menolak hasil keputusan kemarin. Karena sejatinya elit yang hadir itu mereka sesungguhnya tidak mewakili aspirasi masyarakat Pelauw secara keseluruhan,” ungkap dia.

“IPPMAP konsisten dengan keputusan Mosonipi. Selanjutnya kita akan lakukan parlemen jalanan. Kita mengajak semua anak-anak muda Pelauw dan Ory untuk kuatkan penolakan, blokade jalan dalam rangka menghadang mereka supaya tidak kembali. Dan kami siap dengan risiko terburuk apabila pemerintah tetap memaksakan diri mengembalikan mereka,” tambahnya.

Untuk diketahui, pertemuan rekonsiliasi antara warga negeri adat Pelauw dan Kariu digelar di Kantor Gubernur Maluku, Senin (14/11/2022). Pertemuan itu dihadiri Deputi I Kantor Kesektariatan Presiden Febri Calvin Tetelepta, Kapolda Maluku Irjen Pol Lotharia Latif, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI Ruruh Aris Setyawibawa, Penjabat Sekda Maluku Sadali Ie, dan Penjabat Bupati Maluku Tengah Muhammat Marasabessy.

Kesepakatan damai antara kedua pihak tertuang secara tertulis yang ditandatangani Raja Negeri Pelauw, dan Penjabat Negeri Kariu. Akta damai yang ditandatangani itu berisi 22 butir kesepakatan dan salah satu butir penting adalah pemulangan masyarakat Kariu yang saat ini sementara ditampung di Negeri Aboru pada 22 Desember 2022.

Rekonsiliasi tersebut sebagai buntut dari konflik dua negeri yang terjadi pada 26 Januari 2022. Dalam insiden itu 4 warga negeri adat Pelauw dan seorang personil kepolisian tewas akibat tekena peluru tajam. Tidak hanya itu, tanaman cengkeh milik warga Pelauw dan dusun Ory ditebang. Namun hingga saat ini tidak ada upaya ganti rugi dari warga Kariu, maupun pemerintah daerah.

“Kalau penyelesaian suatu konflik yang terkesan dipaksakan dan apalagi punya tendensi politik maka percayalah penyelesaian itu hanya bersifat semu. Karena persoalan pokok yang mendasari konflik ini terjadi hingga saat ini belum terselesaikan, baik itu yang menyangkut tapal batas, ganti rugi tanaman umur panjang, maupun soal pemberian uang kompensasi yang layak terhadap korban. Cara penyelesaian yang prematur seperti inilah yang berpotensi memicu konflik di waktu-waktu yang akan datang,” tutup Syarif. (*)

Berita Terkait

DPW PSI Maluku & DPD PSI Kabupaten Kota Resmi Dilantik
Dipimpin Senioritas, Lailosa Yakin Umar Bawa Golkar Maluku Lebih Baik
Jalankan Instruksi Ketum, Nus Key Siap Tambahkan Kursi Golkar di Dewan
Terpilih Pimpin Golkar Maluku, Rumatora: Umar Lessy Pantas & Layak
Didukung 6 DPD & Ormas, RBS Penuhi Syarat 30 Persen Calon Ketua
RBS Diantar Ratusan Pendukung Kelilingi Kota Ambon Daftar Balon Ketua DPD Golkar
Pimpin DPC PDI Perjuangan KKT, Jidon Pastikan Kembalikan Kepercyaan Publik
Subhan: Ketum DPP Partai Golkar Sangat Menghargai Keputusan Pleno Organisasi
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 29 November 2025 - 18:06 WIT

DPW PSI Maluku & DPD PSI Kabupaten Kota Resmi Dilantik

Minggu, 9 November 2025 - 03:01 WIT

Dipimpin Senioritas, Lailosa Yakin Umar Bawa Golkar Maluku Lebih Baik

Minggu, 9 November 2025 - 02:24 WIT

Jalankan Instruksi Ketum, Nus Key Siap Tambahkan Kursi Golkar di Dewan

Minggu, 9 November 2025 - 02:10 WIT

Terpilih Pimpin Golkar Maluku, Rumatora: Umar Lessy Pantas & Layak

Jumat, 7 November 2025 - 18:43 WIT

Didukung 6 DPD & Ormas, RBS Penuhi Syarat 30 Persen Calon Ketua

Berita Terbaru

Daerah

Awal Tahun, Lapas Saparua Periksa Kesehatan Warga Binaan

Minggu, 11 Jan 2026 - 07:33 WIT

Daerah

Kapolsek Salahutu Hadiri Launching SPPG di Negeri Suli

Sabtu, 10 Jan 2026 - 20:38 WIT

Daerah

Komitmen Bersinar, Warga Binaan Lapas Namlea Periksa Urine

Sabtu, 10 Jan 2026 - 19:39 WIT

Daerah

Warga Binaan Lapas Tual Jalani Pemeriksaan Urine Mendadak

Sabtu, 10 Jan 2026 - 18:36 WIT