Bahlil Minta Golkar Maluku Rangkul Generasi Muda, Perkuat Konsolidasi Partai
Ambon, Salawaku– Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, meminta jajaran Partai Golkar di Maluku menjadikan generasi muda sebagai salah satu sasaran utama konsolidasi politik guna memperluas basis dukungan dan memperkuat kekuatan partai menghadapi tantangan politik ke depan.
Pesan tersebut disampaikan Bahlil dalam arahannya usai melantik pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Maluku periode 2025-2030 di Hotel Santika Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Bahlil mengucapkan selamat kepada Umar A. Lessy yang dipercaya memimpin Golkar Maluku. Ia berharap kepengurusan baru mampu menjadikan momentum pelantikan sebagai langkah awal membangun soliditas, menyatukan kekuatan serta memperkuat konsolidasi hingga ke seluruh tingkatan organisasi.
Menurut Bahlil, Golkar harus mampu menjaga jati dirinya sebagai partai politik yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan demokrasi Indonesia. Setiap kader dituntut memahami sejarah, tujuan perjuangan, posisi organisasi serta arah masa depan partai.
Ia menegaskan, partai politik bukan sekadar organisasi untuk menghimpun massa, tetapi merupakan instrumen demokrasi yang harus memperjuangkan kepentingan rakyat dan berkontribusi dalam pembangunan negara.
Bahlil juga mengingatkan bahwa Golkar merupakan partai inklusif yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama maupun jenis kelamin.
Perempuan dan laki-laki, kata dia, memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi serta mengambil bagian dalam kepemimpinan partai.
Prinsip demokrasi juga harus diterapkan dalam kehidupan internal organisasi, mulai dari kaderisasi, pengambilan keputusan hingga proses menentukan calon pemimpin.
Generasi Muda Jadi Sasaran Konsolidasi
Bahlil secara khusus menyoroti pentingnya memperluas konsolidasi partai dengan menyasar kelompok generasi muda.
Ia menyebut masyarakat berusia 17 hingga 50 tahun sebagai segmen strategis yang harus mendapat perhatian serius dari seluruh jajaran Golkar.
Menurutnya, partai tidak boleh hanya berorientasi pada penguatan struktur internal, tetapi harus mampu membangun kedekatan dengan berbagai kelompok masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi bagian penting dalam menentukan arah masa depan bangsa.
Karena itu, pengurus Golkar Maluku diminta memperluas jaringan komunikasi, menyerap aspirasi serta menghadirkan program dan kerja nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Kawal Program Pemerintah
Selain konsolidasi organisasi, Bahlil juga menekankan tanggung jawab Golkar dalam mengawal kebijakan dan program pemerintah.
Ia mengingatkan agar berbagai program pembangunan tidak sekadar menjadi perencanaan, tetapi harus benar-benar dilaksanakan sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dalam arahannya, Bahlil turut menceritakan pengalaman pribadinya ketika masih menjalani pendidikan di bangku kuliah. Saat semester tiga, ia pernah mengalami kesulitan ekonomi karena tidak mendapatkan kiriman biaya hidup.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk dirinya hingga saat ini.
Bahlil juga menyinggung peluang investasi dan pengembangan industri di Maluku. Ia menyebut adanya rencana investasi bernilai besar yang diarahkan untuk mendorong pembangunan industri diversifikasi.
Investasi tersebut diharapkan mampu mengoptimalkan potensi daerah, membuka aktivitas ekonomi baru, menciptakan peluang kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku.
Ia berharap Golkar Maluku di bawah kepemimpinan Umar A. Lessy dapat mengambil peran strategis, tidak hanya dalam memperkuat organisasi, tetapi juga mengawal pembangunan dan memperjuangkan kepentingan rakyat.


