BBM Langka di Seram Utara, DPRD Desak Pemkab Malteng Bergerak Cepat
Malteng, Salawaku— Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan Solar di sejumlah wilayah Seram Utara mulai menekan aktivitas ekonomi masyarakat. Kondisi ini mendapat sorotan dari DPRD Kabupaten Maluku Tengah yang meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret.
Anggota DPRD Maluku Tengah dari Fraksi NasDem, Ahmad Ajlan Alwi, mengungkapkan kelangkaan BBM terjadi di sejumlah kecamatan, di antaranya Seram Utara, Seram Utara Barat, Seram Utara Timur Kobi dan Seram Utara Timur Seti.
Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya menyulitkan masyarakat mendapatkan BBM, tetapi juga berdampak langsung terhadap nelayan dan petani yang sangat bergantung pada bahan bakar untuk menjalankan aktivitas mereka.
Kenaikan biaya operasional kemudian ikut memengaruhi harga kebutuhan masyarakat. Salah satu yang paling terasa adalah harga ikan yang sebelumnya berada di kisaran Rp10 ribu per kilogram, kini dapat mencapai Rp20 ribu hingga Rp25 ribu per kilogram.
“Penentuan SPBU penyalur dan kuota BBM subsidi merupakan kewenangan BPH Migas yang diawali rekomendasi pemerintah daerah,” kata Ajlan dalam Rapat Paripurna DPRD Maluku Tengah.
Atas kondisi tersebut, Fraksi Restorasi Amanat Pembangunan mendorong Bupati Maluku Tengah segera menerbitkan rekomendasi penyaluran BBM subsidi bagi SPBU di Pasanea, Seram Utara, Seram Utara Timur Seti dan Seram Utara Timur Kobi.
Selain itu, pemerintah daerah juga diminta memperjuangkan penambahan kuota BBM subsidi untuk SPBU Kilo 5 Besi, sehingga kebutuhan masyarakat di wilayah tersebut dapat terakomodasi.
Ajlan menilai persoalan BBM tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena menyangkut kebutuhan dasar sekaligus keberlangsungan aktivitas ekonomi masyarakat.
Ia berharap pemerintah daerah segera menindaklanjuti rekomendasi tersebut sehingga distribusi BBM kembali lancar, biaya operasional nelayan dan petani dapat ditekan, serta gejolak harga kebutuhan pokok di wilayah Seram Utara bisa dikendalikan.
“Pemerintah daerah perlu bergerak cepat agar masyarakat tidak terus terbebani akibat kelangkaan BBM. Pasokan yang lancar akan membantu menggerakkan kembali roda ekonomi masyarakat,” tegasnya.

