Lapas Namlea-Puskesmas Sawa Bersinergi Perkuat Layanan Kesehatan Warga Binaan

Namlea, Salawaku— Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi warga binaan terus dilakukan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea melalui penguatan kerja sama dengan Puskesmas Sawa.

Sinergi tersebut kembali diwujudkan melalui pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TBC) bagi warga binaan dan pegawai Lapas Namlea, Rabu (12/8).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus tindak lanjut program bakti sosial kesehatan yang dicanangkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Kepala Puskesmas Sawa, Risna Waliulu, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat koordinasi dan kerja sama yang telah dibangun antara Puskesmas Sawa dan Lapas Namlea.

“Kami berharap melalui kegiatan ini jalinan silaturahmi antara Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa semakin erat dan terus bekerja sama dalam memenuhi hak kesehatan warga binaan,” tutur Risna.

Menurutnya, pelayanan kesehatan bagi warga binaan membutuhkan kolaborasi yang berkesinambungan antara pihak Lapas dan fasilitas kesehatan. Selain pemeriksaan kesehatan, edukasi mengenai pencegahan penyakit juga menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi lingkungan pemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, tim Puskesmas Sawa yang terdiri dari sembilan tenaga kesehatan bersama peserta magang memberikan sejumlah layanan pemeriksaan.

Pemeriksaan mencakup kadar gula darah, tekanan darah, berat dan tinggi badan, penggalian informasi mengenai gejala TBC serta edukasi kesehatan.

Risna juga mengingatkan warga binaan untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya temuan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Buru.

“Akhir-akhir ini sedang tren penemuan kasus DBD. Untuk mengantisipasinya, kami harapkan seluruh warga binaan mawas diri terhadap kondisi kesehatan, apalagi kebersihan lingkungan yang menjadi faktor penting terhadap populasi nyamuk Aedes aegypti,” katanya.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan apresiasi kepada Puskesmas Sawa yang telah mendukung pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi warga binaan.

Ia menilai keterlibatan tenaga kesehatan dari Puskesmas Sawa menjadi bagian penting dalam memastikan warga binaan memperoleh akses layanan kesehatan yang layak dan tanpa biaya.

“Warga binaan dapat menyampaikan segala keluhan kesehatannya kepada tenaga kesehatan agar mendapatkan penanganan medis yang lebih baik. Warga binaan juga berkesempatan mendapatkan layanan kesehatan yang menyangkut TBC,” ungkap Marasabessy.

Ke depan, Lapas Namlea dan Puskesmas Sawa diharapkan terus memperkuat koordinasi dalam pelayanan kesehatan, sehingga pemenuhan hak kesehatan warga binaan dapat berjalan secara berkelanjutan dan semakin optimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *