Dari Aktivis Kampus Hingga Kader Andalan Gerindra, Jejak Pengabdian Rustam Latupono Untuk Ambon
Ambon, Salawaku– Di panggung politik Kota Ambon, nama Rustam Latupono, S.Pi., M.H. bukanlah sosok yang lahir secara instan. Perjalanan panjang, pengalaman organisasi, hingga konsistensinya mengabdi kepada masyarakat menjadikan politisi Partai Gerindra itu sebagai salah satu kader yang diperhitungkan di Maluku.
Lahir di Ambon pada 8 Agustus 1974, Rustam tumbuh dalam keluarga sederhana yang menjunjung tinggi nilai kerja keras dan pendidikan. Ia merupakan anak keempat dari lima bersaudara, buah hati pasangan M. Saleh Latupono dan Azza Tuasikal. Sang ayah dikenal sebagai pengusaha cengkeh, sedangkan ibunya mengabdikan diri sebagai aparatur sipil negara.
Nilai-nilai disiplin, kejujuran, dan kepedulian terhadap sesama telah ditanamkan sejak kecil. Bekal itulah yang kemudian membentuk karakter Rustam sebagai pribadi yang dekat dengan masyarakat.
Perjalanan pendidikannya dimulai di SD Negeri 21 Ambon, kemudian berlanjut ke SMP Negeri 1 Ambon, hingga menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Negeri Tulehu pada 1992. Semangat untuk terus belajar membawanya ke Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Pattimura, tempat ia meraih gelar Sarjana Perikanan (S.Pi.) pada 2001. Dua dekade kemudian, Rustam kembali membuktikan komitmennya terhadap pendidikan dengan menyelesaikan studi Magister Hukum (M.H.) di UIN Amsa pada tahun 2023.
Di masa kuliah, Rustam dikenal sebagai aktivis yang aktif di Mahasiswa Teknik Pecinta Alam (MATEPALA) Universitas Pattimura. Dunia organisasi mengasah jiwa kepemimpinan, keberanian mengambil keputusan, serta kemampuan bekerja sama dalam berbagai situasi. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi fondasi ketika ia memasuki dunia pengabdian yang lebih luas.
Sebelum dikenal sebagai politisi, Rustam lebih dahulu menapaki karier di sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional. Ia juga pernah menekuni dunia usaha. Interaksi langsung dengan masyarakat dari berbagai latar belakang membuatnya memahami persoalan sosial secara nyata, bukan sekadar dari balik meja.
Tahun 2008 menjadi titik penting dalam perjalanan politiknya. Rustam dipercaya menjadi Sekretaris DPC Partai Gerindra Kota Ambon, sebuah amanah yang terus diembannya hingga kini. Kepercayaan itu menjadi awal kiprahnya membangun partai sekaligus memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Pada Pemilu Legislatif 2009, Rustam mencatatkan kemenangan pertamanya sebagai anggota DPRD Kota Ambon dari Daerah Pemilihan Sirimau II dengan raihan lebih dari 800 suara. Lima tahun berselang, kepercayaan masyarakat meningkat signifikan. Pada Pemilu 2014, ia kembali terpilih dengan sekitar 1.400 suara, membuktikan bahwa kedekatannya dengan konstituen terus terjaga.
Selama mengemban amanah di DPRD Kota Ambon, Rustam dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, mulai dari Ketua Fraksi Gabungan Gerindra Amanat Kedaulatan, Ketua Komisi II, Ketua Komisi I, hingga menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Ambon selama dua periode, yakni 2014–2019 dan 2019–2024. Jabatan tersebut menjadi ruang baginya untuk mengawal berbagai kebijakan yang berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Di luar gedung parlemen, Rustam tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan kepemudaan, termasuk melalui Karang Taruna. Baginya, membangun daerah tidak cukup hanya lewat kebijakan, tetapi juga melalui pemberdayaan generasi muda sebagai penerus pembangunan.
Dedikasi dan konsistensinya mendapat pengakuan pada 12 Desember 2015 ketika menerima Indonesia Award of Parliament dari Yayasan Persada Insani di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan kepada tokoh legislatif yang dinilai memiliki integritas, kepemimpinan, produktivitas, serta kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Meski telah menempati berbagai posisi penting, Rustam Latupono tetap memegang teguh prinsip hidup yang sederhana namun sarat makna: “Jadikanlah dirimu bermanfaat untuk orang lain.”
Bagi kader andalan Partai Gerindra ini, politik bukan sekadar soal jabatan dan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Prinsip itulah yang terus menjadi kompas dalam setiap langkahnya, mengiringi perjalanan panjang seorang Rustam Latupono dalam membangun Kota Ambon dan ikut berkontribusi bagi kemajuan Provinsi Maluku.


