Nakhoda Kapal di PPN Tual Menyambut Baik Bapak Presiden Memutuskan Harga Khusus BBM Untuk Kapal Nelayan
Tual, Salawaku– Seiring tingginya harga BBM Industri yang berdampak pada tidak beroprasionalnya sebagian kapal nelayan akibat tidak seimbangnya biaya operasional dan nilai produksi, menjadikannya isu utama pada sektor perikanan di beberapa bulan terakhir.
Kondisi tersebut berimplikasi pada tidak beroprasinya kapal kapal nelayan, menurunnya produksi dan nilai produksi, hingga hilangnya pendapatan nelayan dan pekerja perikanan karena dirumahkan oleh pihak perusahaan.
Menyikapi kondisi ini, bapak Presiden Prabowo Subianto telah mengambil kebijakan dengan menginstruksikan pemberian harga khusus BBM bagi pengusaha nelayan dengan kapal berukuran 30-200 Gross Ton (GT). Kebijakan ini diharapkan dapat meringankan biaya operasional, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keberlanjutan usaha perikanan nasional. Hal ini disampaikan seusai rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Prabowo di Kediaman Hambalang, Kabupaten Bogor, pada Senin, 13 Juli 2026.
Namun alhamdulillah, melalui rapat terbatas pada hari senin kemarin.
Harga BBM bagi kapal nelayan ukuran 30–200 GT ditetapkan sebesar Rp15.000 per liter. Dukungan harga tersebut tidak menggunakan APBN, melainkan dibiayai melalui dana Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), sehingga tetap menjaga disiplin fiskal negara.
Pemerintah juga menyiapkan kuota sebesar 400.000 ton untuk enam bulan ke depan. Kementerian ESDM akan segera menerbitkan regulasi pelaksanaannya, sementara penyaluran akan dikoordinasikan bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.
Melalui langkah ini, pemerintah menghadirkan kepastian bagi pelaku usaha perikanan sekaligus memperkuat ketahanan pangan, ekonomi maritim, dan kesejahteraan nelayan Indonesia.
Menanggapi kebijakan bapak presiden memutuskan harga khusus BBM ini, para nakhoda kapal ikan yang berpangkalan di Pelabuhan Perikanan Nusantara Tual menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada bapak presiden prabowo, bapak menteri KKP, serta bapak Dirjen Perikanan Tangkap atas upaya dan kebijakan menurunkan harga khusus BBM bagi kapal nelayan berukuran 30 sd 200 GT.
Harapannya semoga harga BBM yang diberikan pemerintah tetap terjangkau dalam rangka menunjang aktifitas penangkapan ikan sebagai penggerak ekonomi keluarga, dan ketahanan pangan nasional.


