Indosat, Nokia, dan NVIDIA Percepat Transformasi Digital Indonesia Lewat Jaringan 5G Berbasis AI
Jakarta, Salawaku — Transformasi digital Indonesia memasuki babak baru. Indosat Ooredoo Hutchison bersama Nokia dan NVIDIA resmi memperkuat kolaborasi strategis untuk menghadirkan jaringan 5G yang lebih cerdas melalui integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Kerja sama ini menjadi langkah penting dalam memperluas konektivitas nasional sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih cepat, efisien, dan andal bagi jutaan pelanggan di Indonesia. Inisiatif tersebut juga mempertegas komitmen ketiga perusahaan dalam mendorong transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menegaskan bahwa masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasional secara bersamaan.
“Bersama Indosat dan NVIDIA, kami membangun evolusi jaringan generasi berikutnya yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung layanan berbasis AI, serta menciptakan nilai jangka panjang,” ujar Hotard.
Menurutnya, investasi pada jaringan berperforma tinggi akan membuka peluang model bisnis baru, meningkatkan efisiensi operasional, dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital.
Senada dengan itu, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, mengatakan kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan yang mendukung berbagai inovasi masa depan.
“Pengembangan AI-RAN memungkinkan AI dan konektivitas berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan aplikasi baru, dan mempercepat transformasi digital dalam skala besar,” katanya.
Dalam implementasinya, Nokia akan menghadirkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan berbasis AI. Teknologi tersebut dirancang untuk menciptakan operasional yang lebih cerdas, efisiensi energi yang lebih tinggi, serta mempercepat inovasi layanan digital.
Pengembangan jaringan juga akan dilakukan secara masif. Teknologi 5G pita frekuensi rendah akan diterapkan di seluruh jaringan, sementara cakupan 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam tiga setengah tahun ke depan.
Dengan dukungan otomatisasi berbasis AI dan teknologi hemat energi, proyek ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat pembangunan ekosistem digital yang ramah lingkungan.
Kolaborasi Nokia, Indosat, dan NVIDIA menjadi contoh nyata bagaimana integrasi 5G dan AI dapat membuka akses digital yang lebih luas bagi masyarakat. Selain menjadi fondasi bagi pengembangan AI Grid nasional, proyek ini juga membuka peluang hadirnya layanan berbasis AI yang lebih terintegrasi untuk sektor bisnis, pemerintahan, hingga pelayanan publik.
Langkah strategis tersebut diharapkan mampu mempercepat pemerataan transformasi digital serta menghadirkan manfaat nyata bagi jutaan masyarakat Indonesia yang mengandalkan konektivitas setiap hari.

