Lapas Wahai Gelar Pemeriksaan Khusus Warga Binaan Lansia

Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi Warga Binaan yang sudah lanjut usia (Lansia), Sabtu (30/5). Kegiatan yang berlangsung di klinik Lapas ini merupakan wujud kepedulian atas peringatan Hari Lansia Nasional Tahun 2026 serta langkah antisipatif lonjakan kolesterol dan gangguan pencernaan pasca mengkonsumsi daging kurban secara berlebih pada Hari Raya Idul Adha beberapa hari sebelumnya.

Seorang Warga Binaan lansia berinisial ‘YK’ menyambut baik inisiatif dari pihak Lapas. “Kemarin saya sempat merasa pusing dan nyeri di persendian setelah makan banyak gulai daging, mungkin kolesterol naik. Bersyukur sekali petugas kesehatan langsung memeriksa tensi dan memberikan obat serta vitamin, jadi saya merasa lebih tenang,” ujarnya.

Perawat Lapas Wahai, Fitri Rianti, yang melakukan pemeriksaan mengaku adanya keluhan dari Warga Binaan Lansia. “Kami melakukan pemeriksaan tensi, kolesterol, dan asam urat. Ditemukan beberapa Warga Binaan lansia yang mengalami keluhan pusing dan nyeri sendi, yang diduga kuat merupakan dampak dari konsumsi daging kurban berlebih kemarin. Kami langsung memberikan obat penurun kolesterol dan vitamin pendukung,” ungkap Fitri.

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty S. Mouw, mengatakan pantauan terhadap asupan makanan dan kondisi psikologis Warga Binaan adalah hal yang krusial. “Kegiatan skrining ini sangat penting sebagai langkah deteksi dini. Kami ingin memastikan hak kesehatan para lansia tetap bugar dalam mengikuti proses pembinaan di Lapas Wahai,” jelas Merpaty.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa kesehatan Warga Binaan adalah prioritas utama untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan humanis dan preventif. “Perayaan Idul Adha harus membawa kebahagiaan bagi semua, namun kondisi fisik Warga Binaan lansia harus tetap kita jaga agar tidak memicu gangguan kesehatan yang lebih serius,” tegasnya.

Ditempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mengapresiasi langkah tanggap jajaran Lapas Wahai. “Pelayanan medis proaktif ini adalah wujud nyata pemasyarakatan yang humanis. Menjaga kesehatan Warga Binaan, terutama kelompok lansia, adalah prioritas utama agar proses pembinaan tetap berjalan lancar dan kondusif. Ini contoh yang bagus” puji Ricky.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *