Penuh Haru, Lapas Saparua Lepas Peserta Magang Kemnaker Batch II 2025
Saparua, Salawaku–Kanwil Ditjenpas Maluku, suasana haru dan penuh kekeluargaan menyelimuti kegiatan perpisahan peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Batch II Tahun 2025 di Lapas Kelas III Saparua. Kegiatan tersebut dihadiri pimpinan, mentor, peserta magang, serta seluruh pegawai sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian dan kebersamaan yang telah terjalin selama kurang lebih enam bulan pelaksanaan magang, Senin (25/05/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Plh Kalapas Saparua Donny D. Lekatompessy, dilanjutkan penyampaian kesan dan pesan dari mentor, peserta magang, serta pegawai Lapas. Suasana semakin hangat saat dilakukan pembagian sertifikat dan cenderamata kepada peserta magang sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi yang telah diberikan. Kegiatan kemudian ditutup dengan foto bersama, doa, dan makan bersama.
Dalam sambutannya, Donny D. Lekatompessy menyampaikan pesan Kalapas Saparua Pramuaji Buamonabot yang berhalangan hadir. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada seluruh peserta magang atas dedikasi yang telah diberikan bagi Lapas Kelas III Saparua, “Kalapas menyampaikan terimakasih kepada peserta magang atas kontribusi dan pengabdian selama enam bulan di Lapas Kelas III Saparua. Apa yang telah ditanamkan di sini diharapkan menjadi hal baik bagi Lapas maupun peserta magang ketika kembali ke masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, mentor peserta magang, M. Akip Marasabessy, mengungkapkan bahwa keberadaan peserta magang memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja di Lapas Saparua, “Respon dari Lapas Saparua sangat positif terhadap teman-teman peserta magang. Saya berharap kebersamaan dan komunikasi yang sudah terjalin dengan baik ini tetap dijaga ke depannya,” ungkapnya.
Kesan mendalam juga disampaikan Katrin Karolin Manuhua selaku pegawai sekaligus admin penerimaan peserta magang Kemnaker Batch II Tahun 2025 di Lapas Saparua. Ia mengaku bangga dengan perkembangan para peserta magang sejak awal proses seleksi hingga akhir masa magang, “Dari lima puluh enam pelamar, saya sangat bersyukur bisa mendapatkan lima orang terbaik yang mampu beradaptasi dengan baik selama enam bulan bersama kita. Tetap percaya diri, tetap rendah hati, dan terus berkembang,” tuturnya.
Mewakili peserta magang, Ririn Aseity C. Ralahalu mengungkapkan rasa syukur atas pengalaman yang diperoleh selama menjalani magang di Lapas Saparua. Ia mengaku pandangannya tentang lingkungan lapas berubah setelah merasakan langsung suasana kerja bersama para pegawai, “Awalnya kami berpikir lingkungan lapas itu seram, tetapi setelah menjalani magang selama enam bulan ternyata semua jauh berbeda. Semua pegawai sangat ramah dan kami berterimakasih atas semua proses serta pengalaman yang diberikan selama di Lapas Saparua,” ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi momen penuh makna yang tidak hanya menandai berakhirnya masa magang, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan antara peserta magang dan keluarga besar Lapas Kelas III Saparua.


