Warga Ullath Dianiaya, Kasus Kini Naik ke Tahap Penyidikan

Ambon,  Salawaku – Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease melalui Polsek Saparua terus menangani kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) asal Negeri Ullath, Kecamatan Saparua Timur, Kabupaten Maluku Tengah.

Korban diketahui bernama Agustinus Pattipeilohy (54), yang diduga menjadi korban penganiayaan di ruas jalan Negeri Siri-Sori Amalatu pada Kamis malam, 14 Mei 2026 sekitar pukul 19.00 WIT.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Ipda Janet Luhukay menjelaskan, peristiwa tersebut dilaporkan oleh istri korban, Rivani Nanlohy, ke Polsek Saparua pada 16 Mei 2026 dan tercatat dalam laporan polisi nomor LP/B/22/V/2026/SPKT/Polsek Saparua/Polda Maluku.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban saat itu sedang mengendarai sepeda motor menuju Negeri Ullath ketika berpapasan dengan terduga pelaku, Getrix Palinusa, yang diduga merupakan warga Negeri Siri-Sori Amalatu.

Terduga pelaku disebut memutar arah dan mengikuti korban sebelum melakukan pemukulan saat keduanya masih berada di atas kendaraan. Korban yang berusaha melanjutkan perjalanan kembali diadang dan diduga mengalami aksi kekerasan lanjutan di tengah jalan.

Dalam kondisi terluka, korban sempat mencari perlindungan di teras rumah warga di Negeri Siri-Sori Amalatu. Namun terduga pelaku kembali mendatangi korban dan melakukan pemukulan sebelum meninggalkan lokasi kejadian.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka robek pada alis kiri dan kanan, luka di bawah kelopak mata kiri, serta bengkak di bagian belakang kepala.

Pihak kepolisian sebelumnya telah melakukan serangkaian langkah penanganan, mulai dari olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan korban, permintaan visum et repertum, hingga koordinasi dengan pemerintah negeri setempat.

Kasus ini resmi ditingkatkan ke tahap penyidikan sejak 19 Mei 2026. Saat ini, penyidik masih melakukan pemanggilan kedua terhadap para saksi guna melengkapi proses hukum dan mendalami motif penganiayaan tersebut.

Selain itu, aparat kepolisian juga terus berupaya menghadirkan terduga pelaku dengan melibatkan pemerintah negeri setempat demi menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Saparua Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *