Berantas Judi Online, Satops Patnal Lapas Wahai Periksa Gawai dan Media Sosial Petugas

Wahai, Salawaku — Tim Satuan Operasional Kepatuhan Internal (Satosp Patnal) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai lakukan pemeriksaan mendadak terhadap perangkat komunikasi dan aktivitas digital seluruh petugas, Rabu (13/5). Pemeriksaan ini menyasar akun media sosial, riwayat peramban, dan aplikasi pada ponsel pintar guna memastikan tidak ada keterlibatan dalam praktik judi online.

Petugas memeriksa secara detail keikutsertaan petugas dalam grup atau komunitas media sosial yang terafiliasi dengan permainan tertentu yang bermuatan judi. Riwayat akses situs dan aplikasi pada gawai maupun komputer kantor turut dipantau untuk mendeteksi adanya konten negatif atau promosi perjudian melalui pesan singkat. Pemeriksaan juga meliputi pengecekan notifikasi masuk dari nomor tidak dikenal terkait promosi atau transaksi keuangan illegal.

“Kami memeriksa secara teliti riwayat browser dan pesan masuk, seperti WhatsApp atau SMS, untuk memastikan tidak ada konfirmasi deposit maupun promosi judi yang masuk ke perangkat petugas. Langkah ini penting untuk menjaga integritas personel dari pengaruh konten negatif,” terang salah satu anggota Satops Patnal, Frans Tepal.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala LapasWahai, La Joi, menegaskan tindakan tegas akan diambil jika ditemukan petugas yang terbukti mengikuti komunitas “prediksi” atau memiliki aplikasi judi di perangkat mereka. “Pengecekan akun media sosial merupakan deteksi dini agar petugas tidak terjebak dalam komunitas yang terafiliasi dengan judi online. Kami berkomitmen menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari segala bentuk praktik perjudian yang dapat merusak kinerja instansi,” tegasnya.

Di tempat berbeda, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, mendukung pengawasan ketat yang dilakukan Satops Patnal di daerah. “Pengawasan terhadap aktivitas digital petugas harus dilakukan secara konsisten agar tidak ada celah bagi pengaruh judi online masuk ke lingkungan Pemasyarakatan. Integritas adalah harga mati, dan pemeriksaan riwayat akses ini merupakan upaya kita menjaga profesionalisme Aparatur Sipil Negara di wilayah Maluku,” tuturnya.

Seluruh rangkaian pemeriksaan terhadap gawai dan fasilitas digital kantor berlangsung tertib tanpa ditemukan adanya pelanggaran yang menonjol dari para petugas Lapas Wahai.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *