Lapas Namlea Panen Jagung Ketan

Namlea, Salawaku – Sektor pertanian Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali memperoleh hasil panen dari komoditas jagung ketan yang budidayakan warga binaan, Sabtu (11/4). Dari panen tersebut, dihasilkan 1800 jagung ketan varietas hibrida.

Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan panen jagung kedua dalam bulan April tersebut merupakan bukti keberhasilan dari pembinaan untuk warga binaan.

“Lapas adalah tempat bagi warga binaan untuk dibina dan dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik ketika sudah bebas. Untuk itu kita bekali mereka dengan hal-hal yang bermanfaat baik itu dalam bidang kemandirian dan kepribadian,” ujar Marasabessy.

Sektor pertanian merupakan salah satu program prioritas Lapas Namlea dalam pembinaan warga binaan. Sektor tersebut secara konsisten dan kontinu memberdayakan warga binaan membudidayakan berbagai tanaman pangan untuk mendukung 15 program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Hasil dari panen jagung ini tidak hanya bermanfaat untuk Lapas saja melainkan lebih luas lagi yakni untuk dipasarkan diluar dan memenuhi kebutuhan pasokan pangan bagi masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Konsistensi Lapas Namlea dalam sektor pertanian ditanggapi positif Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Menurut orang nomor satu di pemasyarakatan Maluku itu, pemasyarakatan memiliki peran yang sentral dan strategis dalam mewujudkan program-program pembinaan maupun program pemerintah yang lebih luas.

“Pemasyarakatan Maluku berkomitmen dalam mengimplementasikan program-program yang saat ini menjadi prioritas baik itu untuk pembinaan maupun pemerintah dalam membantu swasembada pangan selaras dengan motto pemasyarakatan pasti bermanfaat untuk masyarakat,” pungkas Ricky.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *