Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Lapas Wahai Tes Urine Warga Binaan Baru
Wahai, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus perkuat benteng pertahanan terhadap peredaran gelap narkotika. Usai melakukan tes urine secara acak (sampling) kepada pegawai dan Warga Binaan sehari sebelumnya, jajaran Lapas Wahai kembali melakukan prosedur serupa kepada satu orang penghuni baru yang baru saja tiba, Kamis (9/4).
Langkah berkelanjutan ini menegaskan komitmen tanpa henti dari seluruh jajaran Lapas Wahai dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba. Warga Binaan baru, Sibulah (42), yang dijatuhi pidana selama tiga bulan, langsung menjalani rangkaian pemeriksaan administratif dan medis sesaat setelah melewati pintu utama.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis di lapangan, Sibulah dinyatakan dalam kondisi kesehatan yang baik. Skrining urine yang dilakukan oleh tim medis menunjukkan hasil negatif dari segala jenis zat adiktif.
Petugas kesehatan Lapas Wahai, Fitri Riati, menjelaskan bahwa pemeriksaan ini merupakan basis data kesehatan yang sangat penting.
“Secara medis, kondisi Sibulah sangat stabil. Kami telah melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh dan skrining melalui alat tes urine multi-parameter. Hasil negatif ini memastikan bahwa proses pembinaan yang bersangkutan tidak akan terhambat oleh masalah ketergantungan zat adiktif,” ujar Fitri.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa tes urine bagi penghuni baru merupakan pelengkap dari aksi pengawasan ketat yang dilakukan secara rutin. Ia menekankan bahwa tidak ada pengecualian dalam upaya sterilisasi Lapas.
“Tes urine kepada penghuni baru ini adalah kelanjutan dari aksi sampling yang kami lakukan kemarin kepada pegawai dan Warga Binaan lainnya. Ini adalah ‘filter’ pertama sekaligus bentuk nyata komitmen kami dalam menjalankan program Warga Binaan Bersih Narkoba (Warna Benar). Kami ingin memastikan setiap orang yang berada di dalam blok hunian benar-benar bersih demi menjaga kondusivitas,” papar Tersih.
Kegiatan preventif yang konsisten di Lapas Wahai ini mendapat apresiasi positif dari tingkat wilayah. Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro, menilai konsistensi adalah kunci keberhasilan Pemasyarakatan.
“Apa yang dilakukan di Lapas Wahai merupakan pengejawantahan dari 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026. Kami terus bergerak serentak untuk memberantas narkoba hingga ke akar-akarnya. Skrining ketat, baik secara sampling rutin maupun terhadap Warga Binaan baru, adalah fondasi utama untuk membangun sistem Pemasyarakatan yang berintegritas dan bebas dari pengaruh gelap narkotika,” ungkap Ricky.
Dengan hasil tes yang bersih, Sibulah kini mulai menjalani masa pidananya untuk mengikuti berbagai program pembinaan kepribadian dan kemandirian yang telah disiapkan oleh Lapas Wahai.


