LPKA Ambon Dorong Perubahan Positif Anak Binaan Lewat Penyuluhan Agama Kristen
Ambon, Salawaku-Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon melaksanakan kegiatan penyuluhan agama Kristen pada Rabu (1/4) di Gereja Taman Doa LPKA Ambon. Kegiatan ini menghadirkan penyuluh agama dari Kementerian Agama Kota Ambon, Desi Faubun, yang memberikan pembinaan rohani kepada Anak Binaan.
Penyuluhan dilaksanakan sebagai bagian dari program pembinaan kepribadian yang berfokus pada penguatan iman, moral, dan karakter Anak Binaan. Dalam sesi tersebut, materi yang disampaikan menekankan pentingnya hidup dalam nilai kasih, pengampunan, serta tanggung jawab pribadi dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik selama masa pembinaan maupun setelah kembali ke masyarakat.
Kepala LPKA Kelas II Ambon, Kurniawan Wawondos, menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan merupakan elemen penting dalam proses pembinaan anak.
“Kami menempatkan pembinaan keagamaan sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter Anak Binaan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap mereka dapat mengalami perubahan sikap, memiliki harapan baru, serta mampu mengarahkan hidup ke arah yang lebih baik,” ujar Kurniawan.
Sementara itu, Desi Faubun dalam penyampaiannya mengajak seluruh Anak Binaan untuk tidak kehilangan harapan dan terus memperkuat iman.
“Tuhan tidak pernah meninggalkan setiap orang. Masa lalu bukanlah akhir dari segalanya. Yang terpenting adalah bagaimana kita bangkit, memperbaiki diri, dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan,” ungkap Desi.
Salah satu Anak Binaan berinisial A turut mengungkapkan kesannya setelah mengikuti kegiatan tersebut.
“Saya merasa dikuatkan dan diingatkan untuk tidak menyerah. Penyuluhan ini membuat saya lebih semangat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta. LPKA Kelas II Ambon berkomitmen untuk terus menghadirkan program pembinaan yang menyentuh aspek spiritual sebagai upaya membentuk Anak Binaan yang berintegritas, berakhlak, dan siap kembali ke lingkungan sosial secara positif.


