Lapas Wahai Kembali Panen Sayuran Hidroponik

Wahai, Salawaku – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai kembali laksanakan panen sayuran hidroponik di kebun Lapas, Senin (30/3). Panen kangkung segar untuk kebutuhan internal dapur Warga Binaan sebanyak 10 ikat itu merupakan program kemandirian pangan yang terus dilakukan sebagai dukungan terhadap Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.

Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw, menyebut Lapas Wahai memiliki fasilitas terbatas dan lahan dalam tembok yang hanya 16 m² sebagai kebun hidroponik. Komitmen dalam mendukung program pemerintah terus ditunjukkan melalui hasil panen yang konsisten.

“Kami melihat bagaimana mereka merawat tanaman dari pembibitan hingga panen. Hasilnya mungkin tidak besar, tetapi manfaatnya sangat terasa membangun rasa percaya diri dan menunjukkan mereka mampu menghasilkan sesuatu yang positif,” tutur Merpaty.

Salah satu staf pembinaan, George Riupassa, menambahkan panen ini menjadi bukti semangat Warga Binaan dalam mengikuti pembinaan kemandirian, bahkan di tengah suasana libur panjang. “Alhamdulillah, panen hari ini cukup baik. Meski lahan terbatas, Warga Binaan sangat antusias merawat tanaman hidroponik ini setiap hari. Hasil panen ini tidak hanya bermanfaat untuk kebutuhan internal, tetapi juga menjadi motivasi bagi Warga Binaan untuk terus belajar dan produktif,” ujar alumnus Politeknik Ilmu Pemasyarakatan angkatan LVI itu.

Hal tersebut juga menjadi kebanggaan bagi BR, salah satu Warga Binaan yang turut serta panen. “Kami bangga dan semangat untuk panen dari apa yang kami tanam. Semoga hal positif ini menularkan perubahan karakter bagi kami semua untuk menjadi lebih baik,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengatakan konsistensi panen merupakan bukti kemandirian pangan. “Banyak atau sedikitnya hasil panen bukan menjadi ukuran keberhasilan. Semangat untuk terus konsisten dalam program pembinaan adalah hal utama kami baik mendukung program pemerintah maupun membekali Warga Binaan,” ungkapnya.

Semangat dan konsistensi Lapas Wahai dalam keterbatasan niscaya akan berdampak positif bagi program pembinaan dalam menciptakan inovasi serta meningkatkan produktivitas serta memberikan manfaat bagi Warga Binaan dan institusi Pemasyarakatan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *