25 Warga Binaan Lapas Wahai Terima Remisi Idul Fitri 1447 H

Wahai, Salawaku – Sebanyak 25 Warga Binaan beragama Islam pada Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai menerima Remisi Khusus (RK) Idul Fitri 1447 Hijriah, Sabtu (21/3). Penyerahan remisi khusus dalam rangka hari besar keagamaan yang diberikan usai pelaksanaan Salat Idul Fitri berjamaah itu merupakan apresiasi atas kelakuan baik dan partisipasi aktif mereka dalam program pembinaan selama menjalani masa pidana.

Dalam upacara penyerahan remisi melalui sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang dibacakan Kepala Lapas (Kalapas) Wahai, Tersih Victor Noya, menyampaikan bahwa pemberian remisi merupakan wujud nyata dari sikap negara sebagai reward kepada Narapidana dan Anak Binaan yang senantiasa selalu berusaha berbuat baik, memperbaiki diri untuk kembali menjadi anggota masyarakat yang berguna.

“Saya berharap remisi yang diberikan hari ini memotivasi Saudara-saudara sekalian untuk terus melakukan perbaikan diri dan menghindari perbuatan yang melanggar hukum. Kami juga ingin mengingatkan bahwa proses perbaikan diri tidak berhenti pada pemberian remisi, tetapi harus dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Tersih pun menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dan berdedikasi dalam menjalankan tugas yang optimal. “Kepada seluruh jajaran dan petugas, mari kita terus menghadirkan pembinaan yang humanis, penuh empati, dan berorientasi pada perubahan positif,” imbau Kalapas.

Besaran remisi khusus yang diterima 25 Warga Binaan Lapas Wahai pada Idul Fitri kali ini bervariasi, yakni remisi 15 hari sebanyak 4 orang, remisi 1 bulan sebanyak 14 orang, dan remisi 1 bulan 15 hari sebanyak 7 orang.

Usai pelaksanaan kegiatan penyerahan Remisi Khusus Idul Fitri Tahun 2026 itu, salah satu Warga Binaan inisial ‘IP’ mengaku bersyukur atas remisi yang diterimanya. “Alhamdulillah, senang sekali bisa dapat remisi lebaran tahun ini. Ini membuat saya lebih cepat berkumpul dengan keluarga. Saya berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama,” ungkap IP penuh haru.

Penyerahan Remisi Khusus ini menjadi momentum spesial bagi para Warga Binaan agar lebih termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembinaan kepribadian dan kemandirian, serta menjadikan momen Idul Fitri sebagai titik balik kehidupan yang lebih baik. Lapas Wahai terus berkomitmen memberikan pembinaan terbaik guna membentuk pribadi yang lebih baik setelah bebas nanti.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *