Ibadah Prapaskah II di Lapas Wahai, Warga Binaan Dikuatkan Pesan Kasih dan Pengharapan

Wahai, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Wahai terus memperkuat pembinaan kepribadian berbasis keagamaan bagi Warga Binaan. Dalam rangka pemenuhan hak beribadah sekaligus pembinaan mental dan spiritual, Lapas Wahai menggelar Ibadah Minggu Prapaskah II di Gereja Ebenhaezer, Minggu (1/3), mengusung tema “Kasih Setia Tuhan Tak Berkesudahan.”

Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan bahwa kegiatan ibadah rutin menjadi salah satu pilar penting dalam proses pembinaan di dalam lapas.

“Kami berharap melalui ibadah ini, Warga Binaan merasakan damai sejahtera, memperbaiki karakter, dan memiliki semangat untuk berubah. Kasih setia Tuhan menjadi fondasi agar mereka tidak putus asa, tetapi optimis menyongsong masa depan yang lebih baik saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Subseksi Pembinaan, Merpaty Susana Mouw. Menurutnya, pembinaan kerohanian memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta menumbuhkan kesadaran moral.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari Warga Binaan dalam mengikuti ibadah. Ini menjadi indikator adanya kerinduan untuk bertumbuh secara rohani. Kegiatan keagamaan efektif membangun kedisiplinan, kesadaran diri, dan nilai-nilai moral,” jelasnya.

Dalam khotbahnya, Penatua Musa Elake mengangkat perenungan dari Kitab Ratapan 3:19-23 yang menegaskan bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berakhir dan rahmat-Nya selalu baru setiap pagi.

“Di tengah keterbatasan dan pergumulan, Tuhan tetap setia. Penderitaan bukanlah akhir, melainkan proses pembentukan iman dan karakter. Selalu ada pengharapan baru bagi setiap pribadi yang mau berbalik dan percaya,” tuturnya.

Ibadah berlangsung dengan penuh penghayatan. Warga Binaan mengikuti rangkaian pujian, doa, dan perenungan firman dengan khidmat. Momentum Prapaskah ini menjadi penguatan rohani dalam mempersiapkan diri menyambut Paskah sebagai simbol kemenangan atas penderitaan dan harapan akan pembaruan hidup.

Melalui kegiatan ini, Lapas Wahai menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan yang humanis dan menyentuh aspek spiritual Warga Binaan, sehingga nilai-nilai keagamaan dapat menjadi bekal positif saat mereka kembali ke tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *