Koordinasi Intensif Dengn KBRI Libya, Mercy: TPPO SBT Dalam Keadaan Baik
AMBON, SALAWAKU- Dugaan Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kabupaten SBT, Maluku direspons cepat Anggota Komisi III DPRI, Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Ch Barends (MCB),
Rilis yang diterima, Ketua Bidang Tenaga Kerja dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia DPP PDI Perjuangan mengaku telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Libya di Tripoli.
Mercy menegaskan, akan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait sampai korban bisa diselamatkan dan diamankan ke KBRI sebagai langkah paling urgent.
“Kami akan terus melakukan koordinasi dengan semua pihak sampai korban bisa di selamatkan dan diamankan di KBRI. Ini langkah paling urgent saat ini,” tegas dia.
Koordinasi secara intens memberikan hasil, informasi yang disampaikan KBRI Libya jika telah terhubung dengan korban melalui video call WhatsApp (WA). Kondisi korban Suryani, lanjut MCB dalam keadaan baik.
“Pihak KBRI sudah bisa menghubungi korban via video call whatsapp, kondisi Suryani (korban) dalam keadaan baik saat ini. (Pengakuan korban via video call belum lihat fisik langsung). Saat ini masij video call drngan korban;” ucapnya mengabarkan.
Mercy mengaku, pengalaman pemulangan korban TPPO kerap terkendala passport korban yang ditahan pihak agen yang merektur PMI. Namun, dirinya memastikan hal itu akan diusur sampai korban dipulangkan dengan selamat ke Indonesia bahkan kampung halaman.
“Dari pengalaman menguru pemulangan korban TPPO, umumnya passport korban ditahan oleh agen yang merekrut. Hal ini akan diproses sesuai ketentuan sampai dengan korban TPPO bisa dipulangkan dengan selamat ke Indonesia bahkan sampai ke daerah asal,”akuinya.
Langkah cepat Mercy menunjukkan komitmen PDI Perjuangan mengadvokasi persoalan TPPO dan dehumanisasi kepada WNI yang bekerja di luar negeri.


