Maluku Wilayah 3T Sebagai Penopang Ekonomi Bangsa, Subhan Nilai Langkah Gubernur Pinjam Rp 1,5 T Tepat

Ambon, Salawaku– Polemik rencana Gubernur Maluku mengajukan pinjaman Dana SMI senilai Rp 1,5 triliun memicu perdebatan luas di tengah masyarakat. Sebagian melihat langkah ini sebagai terobosan untuk memacu pembangunan, sementara sebagian lainnya khawatir soal risiko utang dan beban fiskal daerah.

Di tengah arus pro–kontra tersebut, tokoh muda Maluku Subhan Pattimahu tampil dengan pandangan yang berbeda lebih tajam, lebih progresif, dan menantang pola pikir pembangunan yang selama ini dianggap “baku”.

Subhan menegaskan, bahwa meminjam dana bukanlah dosa fiskal atau tindakan yang perlu ditakuti.

Bagi dirinya, justru ketakutan seperti inilah yang selama ini menghambat percepatan pembangunan Maluku. Ia mengkritisi angka Rp 1,5 triliun yang dinilai terlalu kecil untuk membawa dampak signifikan bagi 11 kabupaten/kota.

Menurutnya, jika Maluku benar ingin melakukan lompatan besar, maka keberanian fiskal harus dimulai dari skala yang lebih besar:

“Jika mau membangun serius, mengapa hanya 1,5 triliun? Pinjam sekalian 30 triliun,” tegasnya. Dengan jumlah tersebut, pembangunan dapat memberi multiplier effect yang nyata, memperkuat infrastruktur, dan mempercepat konektivitas antarwilayah kepulauan di Maluku,” Tandasnya.

Menurut Subhan, yang seharusnya menjadi fokus bukanlah besaran utangnya, tetapi kualitas perencanaannya blueprint pembangunan yang jelas, penggunaan dana untuk sektor produktif, dan skema pengembalian yang terukur

Lebih jauh, Subhan memberikan solusi konkret yang jarang disentuh publik yaitu menjadikan Partisipasi Interest (PI) 10% dari Blok Masela sebagai garansi utama pengembalian pinjaman jangka panjang.

PI 10% ini merupakan hak daerah yang secara regulatif sudah diatur, sehingga bukan lagi sekadar tuntutan atau permintaan, tetapi bagian yang memang menjadi jatah Maluku.

Dengan nilai investasi Blok Masela yang mencapai kurang lebih 345 triliun, PI 10% ini dapat menjadi revenue stream utama daerah dan menjamin pengembalian pinjaman tanpa membebani APBD. Bagi Subhan, Blok Masela adalah instrumen natural yang logis, realistis, dan strategis untuk menopang keberanian fiskal Maluku.

Dalam pandangannya, publik dan pemerintah daerah selama ini lebih banyak bergerak dalam kerangka berpikir yang konservatif dan penuh kehati-hatian fiskal, sehingga keberanian untuk mengambil keputusan besar belum sepenuhnya muncul.

Bagi Subhan, pola pikir semacam ini perlu diperluas dengan cara pandang baru yang lebih visioner, lebih berani, dan lebih strategis dengan persepsi Gubernur Baru Harapan Baru. Maluku memiliki modal besar baik sebagai provinsi kaya gas, tambang, provinsi ini strategis secara geopolitik, maupun sebagai pusat potensi industri maritim Indonesia Timur.

Karena itu, perdebatan soal “utang atau tidak utang” hanyalah perdebatan dangkal yang tidak menyentuh akar persoalan pembangunan Maluku.

Subhan menyatakan mendukung penuh langkah Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa untuk peminjaman dana ke SMI ini.

Bahkan Subhan menegaskan bahwa besaran pinjaman sebaiknya dinaikkan selama ada perencanaan cerdas dan strategi pengembalian yang terukur. Bagi dirinya, langkah Gubernur adalah bentuk keberanian fiskal yang tepat—sebuah keputusan penting yang, bila dilandasi faktor-faktor yang telah dijelaskan (perencanaan matang, pemanfaatan sektor produktif, dan jaminan PI 10% Masela), dapat menjadi momentum besar pembangunan Maluku.

Subhan menambahkan, kebijakan ini berpotensi menjadi legacy kepemimpinan yang menempatkan Gubernur sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan strategis demi mendistribusikan kesejahteraan secara merata ke 11 kabupaten/kota di Maluku.

” Pinjaman 30 triliun setiap tahun dalam periode pemerintahan daerah ini bukan ancaman, melainkan stimulus awal bagi kebangkitan ekonomi Maluku. Dengan penggunaan yang tepat, dana tersebut akan membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, menyambungkan pulau-pulau, dan meletakkan fondasi pemerataan pembangunan jangka panjang,” Tutup ketua harian Depidar SOKSI Maluku ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *