Menu

Mode Gelap
Tokoh Lintas Iman di Maluku Deklarasi Damai Umat Beragama Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon Band Etnik Reggae Asal Ambon Tampil Di Korea Pemprov Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, Lowongan Honorer Tualeka Resmi Dilantik Pimpin IDI Wilayah Maluku

Politik · 2 Okt 2021 09:36 WIT ·

Seluruh ASN Pemkot Ambon yang Terlibat Koruptor Telah Dipecat


 Seluruh ASN Koruptor di Kota Ambon Telah Dipecat Perbesar

Seluruh ASN Koruptor di Kota Ambon Telah Dipecat

Seluruh ASN Pemkot Ambon yang Terlibat Koruptor Telah Dipecat – Badan Kepegawaian Kota Ambon, memastikan sejumlah pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kota Ambon yang tersangkut kasus korupsi telah dipecat.

Kepala BKD Kota Ambon, Benny Selanno mengatakan, pemecatan terhadap para pejabat dan ASN koruptor itu sesuai dengan Surat Keputusan bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional.

Selanno enggan menyebutkan dengan rinci jumlah ASN yang dipecat karena terlibat korupsi. “Yang pasti semuanya sudah selesai (dipecat),” kata Selanno kepada wartawan saat ditemui di kantornya, Kamis (2/5/2019).

ASN Pemkot Ambon yang Terlibat Koruptor Telah Dipecat

Dia menjelaskan, para ASN koruptor yang dipecat secara tidak hormat itu telah menjalani masa hukuman sesuai putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. “Iya prosesnya sudah inkrah. Nanti pak Wali akan menggelar konfrensi pers mungkin sebentar atau paling lambat besok, mungkin beliau sebentar sudah tiba nanti beliau akan menjelaskan secara rinci prosesnya,” ungkapnya.

Salah satu ASN koruptor di lingkup pemerintah Kota Ambon yang status hukumnya telah memiliki kekuatan hukum tetap dan telah menjalani masa penahanan yaitu mantan Kepala Inspektorat yang juga mantan Kepala Badan Pengelolaan Asset dan Keuangan Pemkot Ambon, Jacky Talahatu.

Jacky diputus bersalah dan dihukum selama 1 tahun penjara karena terlibat dalam kasus korupsi taman kota tahun 2012 senilai Rp 1,3 miliar. Dalam kasus itu ditemukan kerugian keuangan negara sebesar Rp 161 juta.

Dalam kasus itu, mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Moritz Lantu juga ikut dihukum penjara selama 1 tahun. Sementara pejabat lainnya Daniel Souhoka yang bertindak sebagai PPK dalam kasus itu dihukum 1,3 tahun.

Selain itu ASN lainnya yang tersangkut kasus korupsi yakni mantan Sekretaris KPU Kota Ambon, Daniel Russel. Dia dihukum 1,8 tahun penjara karena terbukti melakukan korupsi dana hibah KPU Kota Ambon pada Pilkda 2011 senilai Rp 11,1 miliar.

Dalam kasus itu mantan bendahara KPU Kota Ambon, Heri Leliantono juga dihukum 1,2 tahun penjara. Menurut Selanno semua pejabat koruptor di Pemkot Ambon kini telah dipecat dan tidak lagi menerima haknya sebagai ASN. “Tidak bisa lagi terima haknya (gaji), kan kalau sudah dipecat ya hilang haknya,” katanya. Source (Kompas)

Artikel ini telah dibaca 16 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

GPK Maluku Siap Menangkan PPP di Pemilu 2024

4 November 2022 - 22:02 WIT

Anggota DPRD Keerom Komentari Soal Biaya Kesehatan Lukas Enembe

2 November 2022 - 12:42 WIT

Kendala Khusus, Wetar Utara Baru Diisi Satu Anggota Panwascam

27 Oktober 2022 - 18:11 WIT

Bawaslu Maluku Selesai Seleksi Panwascam, Total 352 Anggota Terpilih

27 Oktober 2022 - 17:48 WIT

Tokoh Adat Sekanto Papua: Warga Papua Harus Biarkan KPK Periksa Lukas Enembe

5 Oktober 2022 - 17:40 WIT

Yusuf Wally: Pembongkaran Pasar Mardika Tidak Efektif

15 September 2022 - 19:14 WIT

Trending di Pemerintahan