Masyarakat Negeri Pelauw Tolak Kedatangan Pengungsi

Admin

- Penulis Berita

Senin, 13 Desember 2021 - 15:43 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Ambon, SALAWAKU – Ratusan masyarakat Negeri Pelauw, Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) menggelar aksi menolak kedatangan pengungsi asal Pelauw atau Kelompok orang Belakang (OB) di Negeri Pelauw.

Aksi penolakan yang digelar, Senin (13/12/2021) di Kantor Kecamatan Pulau Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, sekitar pukul 09.30 WIT diawali dengan masyarakat berjalan kaki dari masing-masing rumah ke kantor Kecamatan Pulau Haruku menggunakan pakaian ikat kepala putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam seruan aksi damai yang dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Kabir Latupono, masyarakat membawakan sejumlah spanduk besar dan kecil bertuliskan “Kami Masyarakat Negeri Pelauw Menolak Kedatangan OB di Negeri Pelauw”, “Penolakan Pengungsi Kodamara Masuk Negeri Pelauw”, “Kami Pemuda/Pemudi Negeri Pelauw Menolak Keras Pengungsi Kodamara di Negeri Pelauw”, “Kami Menolak Pembumihangus Pelauw Kembali”.

Baca juga :   KPU Maluku Gelar Rakor Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024

Koordinator Aksi Kabir Latupono saat membacakan tuntutan masyarakat mengatakan, konflik sosial di Pelauw tahun 2012 adalah aksi kejahatan kemanusiaan yang terencana, masif dan sistematis yang dilakukan oleh kelompok orang belakang.

“Kami menolak keras kedatangan OB kembali ke Negeri Pelauw dan kami menolak keras upaya pemerintah memulangkan OB ke Negeri Pelauw,” tegas Latupono

Menghimbau kepada Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah agar tidak membuat kebijakan untuk memulangkan warga OB ke Negeri Pelauw karena akan menimbulkan konflik-konflik baru, sebab menyatukan dualisme sangat bertentangan dengan pasal (3) UU nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik yakni menciptakan masyarakat yang aman, tentram, damai dan sejahtera dengan memelihara kondisi yang damai dan harmonis dalam hubungan sosial,

Mengharapkan kepada pihak-pihak lain yang tidak paham akar permasalahan konflik Pelauw agar tidak menerima opini atau narasi yang sifatnya provokatif dan Hoax.

Baca juga :   KPU Maluku Gelar Rakor Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024

“Kami masyarakat Negeri Pelauw juga mengutuk keras tindakan pencemaran nama baik, ujaran kebencian dan fitnah terhadap Upu Latu Nusa Barakate (Raja Pelauw) yang selama ini dilakukan oleh OB baik secara personal maupun kelompok,” tegas Latupono.

Usai melakukan aksi, Korlap memberikan tuntutan masyarakat Negeri Pelauw ke perwakilan Camat Pulau Haruku, Kapolsek Pulau Haruku dan Danramil Pulau Haruku, kemudian masyarakat membubarkan diri dengan aman dan damai.

Untuk diketahui, warga Pelauw yang mengungsi di Negeri Rohomoni dan Arbes di Ambon itu akibat terjadi konflik sosial antar saudara yang terjadi 10 Februari 2012 lalu. Konflik tersebut menyebabkan korban dari kedua belah pihak. (*)

Berita Terkait

KPU Maluku Gelar Rakor Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024
Juan Tentua Pimpin KNPI Kota Ambon
Ny Rahmi Meitia Dilantik Jadi PJ Ketua TP PKK Kota Tual
Lantik Penjabat Walikota Tual, Ini Harapan Sadali
Hadirkan H3RO Land Dream Battle, Tri Buka Kesempatan Awali Karier di Industri Gaming
Pentingnya Edukasi Masyarakat Penggunaan Kental Manis Sebagai Susu Tak Baik Untuk Anak
Tak ada Mahar Untuk Rekomendasi PDIP, cukup menyerahkan uang saksi ke DPP
Ilegal Oil SPBU Galala di Gas, SPBU Wayame Injak Rem
Berita ini 176 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 21 Juli 2024 - 00:29 WIT

KPU Maluku Gelar Rakor Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024

Jumat, 19 Juli 2024 - 22:48 WIT

Juan Tentua Pimpin KNPI Kota Ambon

Jumat, 19 Juli 2024 - 21:37 WIT

Ny Rahmi Meitia Dilantik Jadi PJ Ketua TP PKK Kota Tual

Jumat, 19 Juli 2024 - 21:10 WIT

Lantik Penjabat Walikota Tual, Ini Harapan Sadali

Kamis, 18 Juli 2024 - 18:46 WIT

Hadirkan H3RO Land Dream Battle, Tri Buka Kesempatan Awali Karier di Industri Gaming

Selasa, 16 Juli 2024 - 22:00 WIT

Tak ada Mahar Untuk Rekomendasi PDIP, cukup menyerahkan uang saksi ke DPP

Selasa, 16 Juli 2024 - 04:53 WIT

Ilegal Oil SPBU Galala di Gas, SPBU Wayame Injak Rem

Sabtu, 13 Juli 2024 - 22:26 WIT

Jemaah Haji Maluku Tiba, Pj. Gubernur Maluku Apresiasi Menteri Agama RI

Berita Terbaru

Pemerintahan

KPU Maluku Gelar Rakor Tahapan Pencalonan Kepala Daerah 2024

Minggu, 21 Jul 2024 - 00:29 WIT

Politik

Juan Tentua Pimpin KNPI Kota Ambon

Jumat, 19 Jul 2024 - 22:48 WIT

Politik

Ny Rahmi Meitia Dilantik Jadi PJ Ketua TP PKK Kota Tual

Jumat, 19 Jul 2024 - 21:37 WIT

Politik

Lantik Penjabat Walikota Tual, Ini Harapan Sadali

Jumat, 19 Jul 2024 - 21:10 WIT