Menu

Mode Gelap
Tokoh Lintas Iman di Maluku Deklarasi Damai Umat Beragama Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon Band Etnik Reggae Asal Ambon Tampil Di Korea Pemprov Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, Lowongan Honorer Tualeka Resmi Dilantik Pimpin IDI Wilayah Maluku

Politik · 2 Okt 2021 09:36 WIT ·

Maluku Sudah Bisa Tes PCR Bagi PDP, Tak Perlu Tes ke Labkes Kemenkes RI


 Maluku Sudah Bisa Tes PCR Bagi PDP Perbesar

Maluku Sudah Bisa Tes PCR Bagi PDP

Maluku Sudah Bisa Tes PMaluku Sudah Bisa Tes PCR Bagi PDP, Tak Perlu Tes ke Labkes Kemenkes RI – Maluku sudah bisa melaksanakan tes PCR (Polymerase Chain Reaction) bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP), di Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Ambon.

Demikian penjelasan Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Maluku Kasrul Selang Selasa (7/4/2020) di Kantor Gubernur Maluku.

Menurutnya untuk PDP Maluku, tidak perlu lagi melakukan tes PCR di Labkes Kementrian Kesehatan RI karena sudah bisa dilakukan di Ambon.

Dia memastikan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini sudah bisa cepat diketahui terkait hasil negatif atau positif terinfeksi corona.

“Pelaksanaan tes PCR sudah bisa dilakukan pada Rabu besok, dengan kapasitas pemeriksaan 1 hari bisa diperiksa sampai 50 sampel,” ungkapnya.

Sebelumnya, kata Kasrul, telah mengajukan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk tes PCR dilakukan di Ambon oleh BTKLPP.

Apalagi, antrian panjang dari seluruh provinsi di Indonesia untuk menunggu hasil PCR yang mencapai ribuan per harinya. Serta melihat geografis Maluku yang berbasis kepulauan.

Dia menambahkan, tes PCR bisa mengakomodasi semua kabupaten/kota di Maluku untuk pemeriksaan guna mempermudah dan mempercepat hasil spesimen

Terkait dengan sampel 3 orang PDP dari Saparua, menurut Selang, jadwal pengiriman seharusnya dikirim hari ini, dan dirinya juga belum mengecek langsung.

Untuk diketahui, PCR test merupakan alat pendeteksi materi genetis khusus dalam virus. Metode PCR yang sering disebut dengan swab test ini menggunakan sampel cairan dari saluran pernapasan bawah sebagai bahan pemeriksaan.

Test ini dilakukan oleh para petugas kesehatan dengan menyeka bagian belakang tenggorokan. Hasilnya memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan rapid test. (Sumber : Tribun Maluku)

Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

GPK Maluku Siap Menangkan PPP di Pemilu 2024

4 November 2022 - 22:02 WIT

Anggota DPRD Keerom Komentari Soal Biaya Kesehatan Lukas Enembe

2 November 2022 - 12:42 WIT

Kendala Khusus, Wetar Utara Baru Diisi Satu Anggota Panwascam

27 Oktober 2022 - 18:11 WIT

Bawaslu Maluku Selesai Seleksi Panwascam, Total 352 Anggota Terpilih

27 Oktober 2022 - 17:48 WIT

Tokoh Adat Sekanto Papua: Warga Papua Harus Biarkan KPK Periksa Lukas Enembe

5 Oktober 2022 - 17:40 WIT

Yusuf Wally: Pembongkaran Pasar Mardika Tidak Efektif

15 September 2022 - 19:14 WIT

Trending di Pemerintahan