Beranda Politik Gus Mus : Akhirnya Bu Susi ditenggelamkan

Gus Mus : Akhirnya Bu Susi ditenggelamkan

584
0

Gus Mus : Akhirnya Bu Susi ditenggelamkan – Susi Pudjiastuti secara resmi tidak lagi menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan setelah Presiden Joko Widodo mengangkat penggantinya, yakni Edhy Prabowo pada Rabu (23/10) pagi tadi.

KH Ahmad Mustofa Bisri melalui akun Facebooknya menyampaikan responsnya atas pemberhentian menteri yang diangkat karena ‘kegilaannya’ itu. “Akhirnya Bu Susi ‘ditenggelamkan’…,” tulisnya.

Sebagai seorang penggemar Susi, Gus Mus merasa kecewa dengan berakhirnya masa jabatan menteri yang menindak tegas kapal pencuri ikan dari negeri luar dengan menenggelamkannya itu.

“Mungkin para ‘fans Bu Susi’ –termasuk saya kecewa,” katanya dengan dibubuhi imo ketawa. Namun, Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin, Leteh, Rembang, Jawa Tengah itu mengingatkan dua hal kepada semuanya. Pertama, ia menegaskan kembali bahwa pemilihan menteri merupakan kewenangan tunggal presiden.

“Tapi jangan sampai lupa bahwa: Pertama, pemilik hak prerogratif memilih para pembantunya ialah presiden,” catatnya. Di samping itu, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu juga menyampaikan bahwa penunjukan para menteri dan pemilihan presiden dan wakilnya semuanya atas kehendak Tuhan.

“dan kedua, seperti juga yang mengangkat Pak Jokowi jadi presiden, Kiai Makruf Amin jadi wakil presiden, pak Prabowo jadi Menteri Pertahanan, pak Fachrul Razy jadi Menteri Agama, pak Nadiem jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, dll dst, pada hakikatnya yang mengangkat pak Edhy Prabowo menggantikan bu Susi adalah Tuhan Yang Maha Berkehendak dan Maha Kuasa,” katanya.

Kedua tokoh ini memang terlihat begitu akrab. Mereka kerap kali bertemu. Susi pernah sowan ke kediaman Gus Mus. Susi juga menghadiri peringatan hari lahir ke-75 kiai yang dikenal sebagai budayawan itu pada Rabu (14/8) di Sam Poo Kong, Semarang, Jawa Tengah.

Sebagai informasi, tagar #WeWantSusi sempat menjadi topik trend di media sosial Twitter pada Selasa (22/10) malam hingga Rabu (23/10) dini hari. Hal itu menunjukkan masih banyak yang berharap perempuan asal Pangandaran, Jawa Barat itu tetap dalam posisinya.

Namun, harapan warganet itu tak diamini Presiden Jokowi yang memilih kader partai Gerindra, yang notabene sempat menjadi kompetitornya itu. (Source : nu.or.id)