Beranda Politik 5 Fenomena Aneh Pasca Gempa 6,5 SR di Ambon

5 Fenomena Aneh Pasca Gempa 6,5 SR di Ambon

11157
0

5 Kejadian Aneh Pasca Gempa 6,5 SR di Ambon – Badan meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa dengan magnitudo 6,5 terjadi di sebelah Timur Laut Kota Ambon, Maluku, Kamis (26/9) pukul 08.46 WIB.

“Gempa magnitudo 6,8 pada 26 September pukul 06:46:45 WIB,” demikian pernyataan BMKG dalam akun Twitter resminya.

Pasca Gempa Ambon dan sekitarnya Banyak Fenomena aneh yang terjadi usai gempa bumi Magnitudo 6,8 di Ambon, Kamis pagi (26/9/2019). Dibawah ini terdapat 5 Fenomena Aneh Pasca Gempa 6,5 SR di Ambon.

1. Laut Tampak Mendidih saat Diguncang Gempa

Fenomena alam aneh terjadi di sebagian laut Ambon setelah terjadi gempa berkekuatan Magnitudo 6,8 pada Kamis 26 September 2019. Peristiwa aneh tersebut berupa air laut yang tampak mendidih bersamaan dengan datangnya gempa.

https://twitter.com/TwentySevenChr1/status/1177355448355180544

Peristiwa yang terekam kamera video tersebut belakangan diketahui terjadi di laut dekat bibir pantai Desa Gemba, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Video tersebut menjadi heboh di media sosial.

2. Pemandian Air Panas Negeri Tulehu Mengering

Beredar Video Akibat Gempa Ambon menyebabkan pemandian air panas mengering di Tulehu, dalam video tersebut nampak air dalam tempat pamandian air panas terlihat mengering, Video tersebut diunggah usai gempa yang mengguncang Ambon dan sekitarnya

Namun setelah diselidiki kebenaran video tersebut ternyata vidio tersebut adalah tidak benar alias hoax. Berdasarkan informasi terakhir yang di terima oleh redaksi, Mengeringnnya tempat pemandian air panas di Negeri Tulehu karena adanya proses pembersihan Kolam Pemandian.

3. Lubang sebesar sumur muncul di Desa Liang

Pascagempa berkekuatan 6.5 magnitudo di Ambon, lubang sebesar sumur muncul di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Lubang tersebut muncul di perkampungan warga dan juga di pesisir pantai desa tersebut. “Ada banyak lubang yang muncul di sini, besarnya itu seperti perigi,” kata Ibrahim salah satu warga Liang.

Menurutnya, lubang-lubang itu muncul dan menyemburkan air bercampur tanah dan juga pasir saat terjadi gempa. Ibrahim mengaku tidak mengetahui persis berapa jumlah lubang yang ada di desanya tersebut. “Ada banyak di pantai juga ada, saya tidak hitung,” ujarnya.

4. Kubangan Lumpur Mulai Muncul Di Liang

Kubangan Lumpur Mulai Muncul Di Liang (Source :Google)

pasca gempabumi berkekuatan 6.8 Skala Richter (SR) yang menguncang Kota Ambon dan sekitarnya pada Kamis (26/9), kubangan lumpur mulai muncul di sejumlah titik di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Hal ini terungkap dari laporan warga Desa Liang yang disampaikan kepada Sekretaris Kota (Sekot) Ambon, AG Latuheru, saat melakukan peninjauan terhadap pengungsi di desa tersebut, Jumat (27/9).

“Yang membuat warga Desa Liang panik itu, karena lumpur sudah keluar dari dalam tanah dan bentuknya sudah seperti pusaran air, dan ada sejumlah titik yang sudah ada lubang-lubang besar,” kata beberapa warga Desa Liang.

Likuiefaksi yang terjadi di Liang menunjukkan pada beberapa rekahan muncul air bercampur lumpur yang berasal dari bawah tanah. Kubangan lumpur yang dekat rekahan tanah berada kurang lebih 100 meter dari bibir pantai.

Menurut mereka, di pesisir Pantai Desa Liang sudah penuh dengan lumpur. Bukan saja itu, kubangan lumpur juga terlihat di dalam retakan bagian dermaga feri Hunimua. “Bapak memang bicara betul, tapi warga tetap panik jika ada goyangan gempabumi. Kalau orang yang sudah tahu, mereka mungkin tidak panik,” tegas mereka.

5. Penemuan Sesar lain yang baru aktif

Tim peneliti gabungan dari LIPI Ambon dan Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menemukan dua hal baru yang terjadi akibat gempa magnitude 6,8 di antara Pulau Ambon dan Seram, Kamis pagi (26/9/2019).

Kesimpulan ini disampaikan tim yang terdiri dari Fareza Sasongko Yuwono, M.Sc. (Peneliti Geologi LIPI Ambon), Dr. M. Zain Tuakia, M.T. (dosen Jurusan Teknik Geologi Unpatti) dan Rian Amukti, M.Sc. (Peneliti Geofisika LIPI Ambon) di hadapan Kepala LIPI Ambon, Dr. Nugroho Dwi Hananto, M.Si yang juga tergabung dalam tim peneliti di ruang rapat Kantor LIPI Ambon, Kamis sore (29/9/2019).

Dalam paparannya, Fareza yang merupakan lulusan S2 Earth Science /Geology di Akita University, Jepang, ini menyampaikan, mereka telah menemukan ada sesar lain yang baru aktif di wilayah Timur Pulau Ambon yang memanjang ke episentrum (pusat gempa) yang ada di dataran pulau Seram.

Menurutnya, temuan aktifnya sesar ini, juga sekaligus mematahkan asumsi keterkaitan gempa magnitude 6,8 yang terjadi Kamis (26/9/2019) dan munculnya gempa susulan selema beberapa hari ini dengan gempa yang menimbulkan tsunami dahsyat yang pernah melanda Pulau Ambon pada tahun 1950 silam.