Beranda Opini Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Berlari Saat Gempa

Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Berlari Saat Gempa

341
0

Alasan Mengapa Anda Tak Boleh Berlari Saat Gempa – Jongkok, berlindung, dan bertahan’ adalah pelatihan dasar untuk melindungi diri saat gempa bumi.

Beragam panduan soal menyelamatkan diri sebelum, saat, dan pascagempa pun sudah banyak dibagikan. Hanya saja kenyataannya, kepanikan yang melanda akan membuat banyak orang lupa akan pelatihan dan hal-hal yang harus dilakukannya.

Saat panik dan lupa tentang tahap-tahap menyelamatkan diri, orang pun mulai berlari dan berebut untuk menyelamatkan diri.

Sekalipun lupa tahap penyelamatan diri, satu hal yang harus diingat saat menghadapi musibah gempa adalah jangan berlari. Berlari adalah hal terlarang untuk dilakukan saat menghadapi musibah gempa ataupun bencana alam apapun.

Jangan coba berlari keluar sekalipun pintu keluar berada di dekat Anda.

“Mencoba untuk melarikan diri atau bergerak cepat ke tempat lain bisa membahayakan diri sendiri. Saat gempa terjadi, Anda hanya perlu untuk berjongkok dan melindungi kepala di mana pun berada,” kata Mark Benthien, juru bicara untuk Southern California Earthquake Center dikutip dari LA Times.

Mengapa berlari untuk menyelamatkan diri saat gempa itu berbahaya?

Dia menambahkan berlari saat gempa bukanlah upaya penyelamatan diri. Sebaliknya, berlari hanya akan mengekspose diri sendiri ke risiko bahaya yang lebih besar.

Pasalnya hal-hal yang mengkhawatirkan adalah adanya berbagai obyek atau benda-benda yang berjatuhan dan beterbangan di sekitar ruangan. Misalnya televisi, rak buku, microvawe, komputer meja, kaca jendela, pintu, atau lainnya. Benda-benda ini akan membahayakan diri bahkan berpotensi untuk membunuh Anda.

“Ukuran Anda ‘jauh lebih kecil’ jika Anda memaksakan diri berlari melewati ruangan dibanding dengan benda-benda lainnya. Ditambah Anda menempatkan diri dalam sebuah lintasan bahaya dengan berlari,” katanya.

Brian Humphrey, juru bicara untuk pemadan kebakaran Los Angeles mengungkapkan bahwa orang bisa kehilangan nyawanya ketika mereka berlari, terutama saat kaca atau jendela ada di dekatnya.

“Berlari menyelamatkan diri memang insting manusia, tapi itu harus diatasi dan disesuaikan dengan kondisi,” katanya.

“Tindakan impulsif akan membuat Anda dapat masalah lebih besar.”

Memaksa lari keluar gedung bukan solusi terbaik

Kebanyakan orang mungkin berpikir bahwa saat berada di dalam gedung dan terjadi gempa maka berlari keluar gedung adalah jawaban untuk keselamatan. Namun hal ini dibantah oleh seismolog Lucy Jones.

“Hal pertama yang bakal runtuh dari sebuah bangunan adalah bagian luarnya. Jadi balkon akan runtuh dan fasad akan jatuh. Dengan demikian Anda akan menempatkan diri dalam situasi yang lebih berbahaya dengan pindah keluar gedung.”

Mengutip CBS News, penelitian juga menunjukkan bahwa kebanyakan luka-luka yang dialami korban gempa terjadi karena orang di dalam gedung terburu-buru untuk keluar dari gedung dan berlari menyelamatkan diri.

Ada baiknya untuk berlindung di dalam gedung dengan metode ‘jongkok, berlindung, bertahan,’ sampai gempa selesai. Setelah gempa selesai, Anda bisa keluar dari gedung dengan aman. (Source :CNN-Id)