Beranda Kriminal Live KompasTV : Permintaan Maaf Shafiq Pontoh ke Pemuda Ambon

Live KompasTV : Permintaan Maaf Shafiq Pontoh ke Pemuda Ambon

0
0

Live KompasTV : Permintaan Maaf Shafiq Pontoh ke Pemuda Ambon – Pegiat sosial media Shafiq Pontoh dinilai telah melecehkan pemuda Ambon di sebuah acara bincang-bincang di Kompas TV. Shafiq menuduh pemuda Ambon buta dengan teknologi, terutama sosial media.

Pernyataan Shafiq terjadi saat menjadi narasumber pada acara Ngobrol Pintar (Ngopi) di Kompas TV, Selasa (21/8/2018) malam, dianggap melecehkan para pemuda di Ambon.

Menyikapi hal dimaksud, Anggota DPD RI Novita Anakotta, S.H., M.H meminta KompasTV untuk bersedia mengagendakan program acara Ngopi KompasTV hari selasa 28 Agustus 2018 Pukul 20.00 WIB atau jam 10 malam Waktu Indonesia Timur, yang didalamnya akan menghadirkan saudara Shafiq Pontoh untuk menyampaikan permohonan maafnya kepada publik Indonesia & Maluku khususnya serta beberapa Narasumber Pemuda Maluku.

“Saya menyampaikan beberapa alasan mendasar terkait dengan viralnya pemberitaan KompasTV dalam acara Ngopi tgl 21/8/2018”

1. Lewat program acara Ngopi salah satu Narasumber bernama Shapiq Pontoh dengan beraninya menarasikan kepada publik Indonesia bahwa Pemuda Maluku “Gaptek” teknologi khususnya Media Sosial.
Yang sangat disesalkan dari perilaku, gaya bahasanya secara psikologi sangat menunjukan lelucon kepada kami sebagai pemuda Maluku, narasinya diperkuat dengan gaya ketawa yang bagi saya sangat merendahkan harga diri & martabat kami orang Maluku. Itu stigma & labeling buruk bagi generasi kami.

2. Saya meminta KompasTV bertanggungjawab memediasi agar saudara SP menyampaikan permohonan maaf kepada publik Indonesia melalui siaran KompasTV dengan atau acara serupa. Bahwa apa yang disampaikannya adalah tidak benar. Sembari sudah ada proses Hukum yang dilakukan oleh pemuda Maluku.

3. Penting & menjadi catatan untuk KompasTV, TV Nasional yang bagi saya berkelas, Mohon agar Narasumber & Pembawa Acaranya memiliki kriteria profesionalitas. Narasumber seperti SP telah melakukan pembohongan publik & karenanya mohon agar yang bersangkutan tidak tampil di KompasTV maupun TV lainnya dalam acara apapun (pasca kehadirannya untuk permintaan maaf) karena tipikalnya “terkesan” bagi saya RASIS, ini akan menjadi virus negatif untuk keberagaman bangsa dan negara. (Salawaku)