Menu

Mode Gelap
Tokoh Lintas Iman di Maluku Deklarasi Damai Umat Beragama Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon Band Etnik Reggae Asal Ambon Tampil Di Korea Pemprov Maluku dapat 2.208 formasi PPPK tahun 2022, Lowongan Honorer Tualeka Resmi Dilantik Pimpin IDI Wilayah Maluku

Daerah · 20 Okt 2022 13:25 WIT ·

Perempuan Adat Yowenayosu Minta Pelayanan Publik di Papua Tetap Maksimal


 Perempuan Adat Yowenayosu Minta Pelayanan Publik di Papua Tetap Maksimal Perbesar

AMBON, SALAWAKU– Kesehatan Gubernur Papua Lukas Enembe saat ini masih dinyatakan sakit oleh pihak kedokteran sehingga tidak bisa mengikuti pemeriksaan KPK dan juga berdampak pada pelayanan publik di provinsi Papua. Hal tersebut menuai berbagai respon dari sejumlah elemen masyarakat di Papua, tidak terkecuali respon dari perempuan adat Yowenayosu Papua.

Naema Yarisetouw Perempuan Adat Yowenayosu Papua mengatakan Pemerintah harus mempertimbangkan untuk mengganti Lukas Enembe dengan pejabat sementara agar semua hal yang menyangkut program pemerintah bisa berjalan lancar sampai kesehatan Lukas Enembe pulih kembali. “Masyarakat Papua mengeluhkan tidak maksimalnya pelayanan publik di Papua karena gubernurnya sakit dan diduga terlibat hukum serta wakilnya tidak ada karena meninggal dunia”, ujar Naema Yarisetouw di Kabupaten Jayapura, Rabu 19/10/2022.

Naema menjelaskan pejabat sementara yang ditunjuk pemerintah pusat dalam hal ini mendagri diharapkan nantinya dapat memaksimalkan pelayanan publik yang terhambat hingga ke kabupaten tingkat dua.

Sementara itu, pihaknya juga tidak setuju apabila Lukas Enembe diangkat sebagai kepala suku besar Papua karena setiap distrik atau kampung mempunyai kepala sukunya sendiri. Naema menduga ada kepentingan lain tentang kesalahan hukumnya sehingga pengangkatan Lukas Enembe dilakukan sepihak.

“Pelantikan kepala suku besar Papua seharusnya dilakukan oleh semua ondoafi di tanah Papua dan tidak bisa hanya perwakilan serta harus ada pesta besar untuk seluruh masyarakat Papua”, pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Naema Yarisetou menilai usulan kuasa hukumnya Lukas Enembe terkait pemeriksaan kliennya di lapangan terbuka adalah kesalahan.

“Seharusnya dilakukan di tempat tertentu yang telah dipersiapkan KPK, bukannya pemeriksaan di lapangan terbuka, yang wajib diikuti hukum negara yang berlaku, “ujar Perempuan Adat Yowenayosu.

Disisi lain terkait dengan masih adanya masyarakat yang berjaga di kediaman Lukas Enembe, Naema Yarisetouw menilai seharusnya mereka pulang karena sudah ada keluarganya yang menjaga Lukas.

Naema berharap Lukas Enembe bisa membuka diri dan bicara kebenaran.

“Masyarakat khawatir kasus Lukas Enembe dapat mengganggu stabilitas keamanan dan kedamaian di tanah Papua,” tutup Perempuan Adat Yowenayosu itu.

Artikel ini telah dibaca 32 kali

badge-check

Jurnalis

Baca Lainnya

Chatime, Gerai Minuman Kekinian Telah Dibuka di Kota Ambon

28 Desember 2022 - 15:27 WIT

Pemerintah Diminta Pertimbangkan Pemulangan Pengungsi Kariu

18 Desember 2022 - 00:26 WIT

APMA Kota Ambon Bangun Posko Peduli Kebakaran Mardika

10 Desember 2022 - 17:01 WIT

Polda Maluku Salurkan Bantuan Untuk Korban Gempabumi di Cianjur

29 November 2022 - 15:42 WIT

Perayaan Haul ke-111 Alhabib Ali Bin Muhammad Alhabsyi di Kota Ambon

20 November 2022 - 15:05 WIT

IPPMAP Tolak Hasil Rekonsiliasi Pelauw-Kariu

15 November 2022 - 20:04 WIT

Trending di Daerah