AMPG Maluku Siapkan Kader Berkualitas, Bidik Kursi Legislatif dan Eksekutif pada Pemilu 2029 dan 2031
Ambon, Salawaku – Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Provinsi Maluku mulai mematangkan strategi kaderisasi untuk menyiapkan generasi muda yang berkualitas, berintegritas, dan memiliki kapasitas kepemimpinan guna menghadapi Pemilu 2029 dan Pemilu 2031.
Langkah tersebut diwujudkan melalui Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Muda serta Pengukuhan Pengurus AMPG Provinsi Maluku yang berlangsung di Grand Avira Hotel Ambon, Jumat (6/11/2026).
Ketua Pengurus Daerah AMPG Maluku, Zeth Pormes, mengatakan diklat tersebut merupakan kewajiban organisasi setelah pengurus mendapatkan Surat Keputusan (SK), sekaligus menjadi bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia kader Partai Golkar.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar menjadi agenda formal organisasi, tetapi merupakan wadah pembentukan karakter, peningkatan kapasitas intelektual, pendidikan politik, hingga pemahaman terhadap aturan organisasi dan sistem pemilu.
“Materi-materi yang diberikan mencakup pendidikan karakter, pendidikan politik, sistem pemilu, pemahaman aturan organisasi, strategi politik, serta kepemimpinan kader,” ungkap Pormes.
Dia menegaskan, Golkar tidak ingin membangun kader secara instan menjelang momentum pemilu. Sebaliknya, proses kaderisasi harus dipersiapkan jauh-jauh hari agar melahirkan figur muda yang benar-benar siap mengambil peran dalam pemerintahan maupun lembaga legislatif.
Karena itu, menghadapi Pemilu 2029 dan Pemilu 2031, AMPG Maluku mulai menyiapkan kader melalui proses pendidikan dan pembinaan yang terarah.
“Kami tidak ingin melahirkan kader-kader kaleng-kaleng atau kader yang baru direkrut ketika pemilu tiba. Golkar menyiapkan kader dari sisi sumber daya manusia, pengetahuan, hingga pemahaman tentang tata kelola pemerintahan,” tegasnya.
Pormes optimistis, hasil pendidikan dan kaderisasi yang dimulai tahun ini akan terlihat pada kontestasi politik mendatang. Ia berharap kader-kader AMPG dapat terdistribusi dan mengambil peran strategis, baik di lembaga legislatif maupun eksekutif.
Bahkan, AMPG Maluku memiliki target lebih besar, yakni mempersiapkan generasi muda untuk mengambil tongkat estafet kepemimpinan di daerah dalam lima tahun mendatang.
Menurutnya, cita-cita tersebut hanya dapat diwujudkan apabila kader memiliki keseimbangan antara kapasitas intelektual dan integritas moral.
“Kami yakin jika kader memiliki kecerdasan dan integritas moral yang tinggi, maka akan melahirkan pemimpin-pemimpin Golkar yang kredibel, akuntabel, dan mampu membawa daerah ini ke arah yang dicita-citakan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Pormes menjelaskan, pendidikan kader tidak berhenti pada tingkat provinsi. AMPG Maluku akan memperluas pelaksanaan diklat ke 11 kabupaten/kota di Maluku.
Sasaran berikutnya mencakup pengurus daerah AMPG kabupaten/kota hingga pengurus tingkat kecamatan. Bahkan, konsolidasi dan pendidikan kader akan diteruskan sampai ke tingkat desa dan kelurahan.
Dengan pola kaderisasi berjenjang tersebut, AMPG diharapkan memiliki struktur organisasi yang kuat sekaligus sumber daya kader yang siap mengemban tanggung jawab politik dan pembangunan daerah.
“Tujuan kita adalah membentuk manusia-manusia muda, kader-kader muda Partai Golkar yang tidak hanya memiliki integritas moral, tetapi juga kapasitas intelektual yang mumpuni,” tandas Pormes.
Ia berharap, melalui diklat dan konsolidasi berkelanjutan, AMPG Maluku mampu menjadi ruang lahirnya pemimpin muda yang berkarakter, inovatif, adaptif, serta siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Maluku.

