Produktif di Masa Pembinaan, Lapas Namlea Kembali Panen Cabai Rawit Berkualitas
Namlea, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali melaksanakan panen cabai rawit sebagai wujud dukungan terhadap program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dan program pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, Rabu (14/10). Panen Cabai Rawit ini merupakan panen yang ketiga dengan hasil panen mencapai 10 Kilogram.
Berlangsung di lahan Sarana Asimilasi Edukasi (SAE) Lapas Namlea, panen tersebut dilakukan oleh Kepala Subseksi Pembinaan, Sofian Ahmad, staf pembinaan, dan warga binaan yang terlibat langsung dalam program budidaya.
“Panen ini adalah hasil dari program pembinaan kemandirian dalam sektor pertanian. Panen yang ketiga kali ini menghasilkan 10 Kilogram dimana sebelumnya pada panen pertama dan kedua berhasil menghasilkan 20 Kilogram Cabai Rawit,” ungkap Sofian.
Hasil panen tersebut akan didistribusikan pasaran dan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan lokal khususnya di daerah Namlea dan sekitarnya. Omset dari panen akan dibagi menjadi 70% untuk modal dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNPB) serta 30% untuk premi atau upah kerja warga binaan.
“Hasil dari panen ini sebagiannya akan kita putar kembali menjadi modal untuk membeli obat-obatan, pupuk, dan bibit sementara sisanya untuk premi bagi warga binaan sebagai apresiasi atas hasil kerja keras mereka,” jelas Sofian.
Sementara itu pada kesempatan berbeda, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menyampaikan Lapas Namlea secara konsisten dan berkelanjutan mendukung penuh program ketahanan pangan yang dibuktikan dengan panen rutin setiap pekan. “Setiap pekan kita panen dan seluruh lahan diluar Lapas kita manfaatkan untuk pertanian. Warga binaan juga kami berdayakan untuk kepentingan pembinaan sebagai bekal bagi mereka kedepan,” ujarnya.

