Lahan Sempit Disulap Jadi Kebun Hidroponik, Lapas Wahai Kembali Panen Kangkung
Wahai, Salawaku – Keterbatasan lahan bukan penghalang untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai membuktikannya dengan memanfaatkan area pagar pintu steril dan kebun di tembok belakang sebagai lokasi budidaya kangkung hidroponik.
Upaya tersebut membuahkan hasil melalui panen kangkung yang dilakukan pada Senin (12/10/2026), sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian dan ketahanan pangan bagi warga binaan.
Panen dilakukan Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi, bersama jajaran pembinaan, warga binaan, serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan Angkatan I Batch 2.
Pemanfaatan area terbatas ini menjadi salah satu inovasi Lapas Wahai dalam mengembangkan kegiatan pertanian produktif tanpa membutuhkan lahan yang luas. Melalui metode hidroponik, ruang yang sebelumnya terbatas kini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan.
La Joi mengatakan, keterbatasan lahan tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan keterampilan di bidang pertanian.
Menurutnya, program pembinaan kemandirian tersebut tidak hanya mendorong produktivitas warga binaan selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Ia berharap, pengalaman bercocok tanam melalui sistem hidroponik dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk mengembangkan usaha produktif secara mandiri di masa mendatang.
Sementara itu, Staf Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, Nabillah Putri, menjelaskan bahwa pemanfaatan ruang minimalis merupakan salah satu bentuk inovasi dalam pelaksanaan program pembinaan.
Pihaknya berupaya mengoptimalkan setiap sudut lingkungan lapas agar memiliki nilai guna, termasuk menjadikannya sebagai sarana pembelajaran pertanian bagi warga binaan.
Nabillah menambahkan, hasil panen kangkung tersebut akan dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan dapur mandiri Lapas Wahai.
Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya memberikan keterampilan praktis bagi warga binaan, tetapi juga mendukung pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan lapas.
Lapas Wahai berkomitmen melanjutkan pembinaan kemandirian berbasis ketahanan pangan melalui optimalisasi lahan yang tersedia. Kolaborasi petugas, warga binaan, dan peserta magang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan program sekaligus menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif dan bermanfaat.

