Jelang Bebas, Lapas Wahai Pastikan Kondisi Warga Binaan Sehat
Wahai, Salawaku – Menjelang berakhirnya masa pidana, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai melakukan pemeriksaan kesehatan dan tes urine terhadap seorang Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) berinisial MA, Minggu (27/9/2026).
Pemeriksaan yang berlangsung di Klinik Lapas Wahai tersebut meliputi pengecekan kondisi fisik, tanda-tanda vital, serta tes urine. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari prosedur menjelang bebas sekaligus memastikan WBP dalam kondisi sehat sebelum kembali ke keluarga dan lingkungan masyarakat.
Petugas medis Lapas Wahai, Fajar Pradhana Wisady, mengatakan pemeriksaan kesehatan menjadi bagian dari pelayanan dan pemantauan kondisi WBP hingga masa pidananya berakhir.
“Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan kondisi fisik Warga Binaan dalam keadaan baik. Selain itu, tes urine dilaksanakan sebagai deteksi dini dan tahapan wajib pengakhiran masa pidana,” ujarnya.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi, menambahkan pemeriksaan tersebut juga menjadi bagian dari kelengkapan administrasi pembinaan sebelum WBP kembali ke masyarakat.
“Kami memastikan setiap prosedur menjelang bebas terlaksana dengan tertib. Hasil pemeriksaan kesehatan dan tes urine ini menjadi bagian dari rekam jejak pembinaan sebelum Warga Binaan kembali kepada keluarga dan masyarakat,” jelasnya.
MA mengaku bersyukur atas pelayanan kesehatan dan pembinaan yang diterimanya selama menjalani masa pidana di Lapas Wahai.
“Saya berterima kasih kepada jajaran Lapas Wahai yang selalu memberikan pelayanan kesehatan dan pembimbingan selama saya berada di sini. Semoga setelah bebas nanti, saya bisa berkumpul kembali dengan keluarga dan memulai kehidupan baru yang lebih baik,” tuturnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, menegaskan pelayanan terhadap WBP diberikan secara berkelanjutan sejak awal hingga akhir masa pidana.
“Kami memastikan Warga Binaan mendapatkan pelayanan hak dasar secara optimal sampai masa pidananya selesai. Pemeriksaan tes urine ini kami laksanakan secara konsisten dan akuntabel, mulai saat Warga Binaan masuk, selama menjalani masa pidana, hingga menjelang bebas,” tegasnya.
Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Wahai memastikan proses pembinaan berjalan sesuai prosedur, sekaligus mempersiapkan WBP agar dapat kembali menjalani kehidupan di tengah keluarga dan masyarakat.

