Premi Hasil Bertani Dibagikan, Warga Binaan Lapas Wahai Semakin Termotivasi
Wahai, Salawaku— Kerja keras warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai dalam mengikuti program pembinaan kemandirian membuahkan hasil. Tiga warga binaan menerima premi atau upah dari kegiatan pertanian yang mereka jalani, Rabu (9/9).
Penyerahan premi berlangsung di aula Lapas Wahai dalam suasana penuh syukur. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memperoleh manfaat ekonomi dari hasil kerja mereka.
Kepala Subseksi Pembinaan Lapas Wahai, La Joi, mengatakan pemberian premi merupakan bentuk penghargaan atas kerja keras dan kedisiplinan warga binaan yang terlibat dalam kegiatan pertanian.
“Pemberian premi ini merupakan hak bagi warga binaan yang telah bekerja dalam mendukung ketahanan pangan melalui panen usaha tani jagung, kangkung, petasi dan cabai. Kami ingin memastikan setiap keringat dan usaha mereka dihargai secara layak sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar La Joi.
Salah satu penerima premi, WK, mengaku bersyukur atas hasil yang diterimanya. Menurutnya, premi tersebut tidak hanya bernilai secara ekonomi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani masa pidana.
“Bagi saya, premi ini bukan sekadar uang, tetapi bukti bahwa kami di sini tetap bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Ini bisa menjadi tabungan sekaligus modal semangat ketika saya bebas nanti,” ungkapnya.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, mengapresiasi jajaran pembinaan dan warga binaan yang konsisten mengikuti program kemandirian.
Ia menegaskan, pembinaan di Lapas Wahai akan terus diarahkan untuk membentuk warga binaan yang produktif, memiliki keterampilan, serta mampu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah bebas.
“Momentum ini menunjukkan bahwa tembok Lapas bukan penghalang untuk tetap produktif. Pembinaan kemandirian dirancang agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” tegas Tersih.
Menurutnya, premi yang diterima tiga warga binaan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kebutuhan mereka sekaligus menjadi motivasi bagi warga binaan lainnya untuk aktif mengikuti program pembinaan.
Lapas Wahai berkomitmen melaksanakan pembinaan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan humanis. Selain membangun karakter, program kemandirian juga diarahkan agar warga binaan memiliki kemampuan produktif sebagai bekal menata masa depan setelah menyelesaikan masa pidana.

