Aksi Mahasiswa UIN A.M. Sangadji Berlangsung Kondusif

Ambon, Salawaku— Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial mengenai aksi penyampaian pendapat mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon di kawasan Jalan Slamet Riyadi, depan Tribun Lapangan Merdeka, Ambon, Senin (7/9/2026) hingga Selasa (8/9/2026) dini hari.

Kasi Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Janet Luhukay, mengatakan situasi di lokasi secara umum berlangsung aman dan terkendali. Aspirasi mahasiswa terkait pengusulan tokoh pejuang A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional telah diterima oleh pemerintah daerah dan instansi terkait melalui dialog secara persuasif.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 17.35 WIT tersebut dipimpin Koordinator Lapangan (Korlap) Ali Souwakil. Para mahasiswa menyampaikan aspirasi agar A.M. Sangadji ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional dan meminta agar proses pengusulan tersebut mendapat dukungan pemerintah.

Sekitar pukul 18.53 WIT, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku, Dody Wiranto, S.S., M.Hum., menemui mahasiswa untuk menerima aspirasi tertulis sekaligus memberikan penjelasan mengenai proses administratif pengusulan gelar Pahlawan Nasional di tingkat pemerintah pusat.

Selanjutnya, sekitar pukul 20.30 WIT, perwakilan mahasiswa diterima oleh Wakil Gubernur Maluku, Wali Kota Ambon, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, serta Ketua DPRD Kota Ambon.

Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon menyampaikan dukungan terhadap perjuangan pengusulan A.M. Sangadji sebagai Pahlawan Nasional.

Dalam proses pengamanan aksi, sempat terjadi situasi kurang kondusif berupa dorongan antara petugas dan sebagian massa di sekitar pintu masuk utama Tribun Lapangan Merdeka. Kondisi tersebut terjadi ketika akses keluar-masuk tamu undangan rangkaian perayaan HUT ke-451 Kota Ambon perlu dijaga, sementara waktu penyampaian pendapat di tempat umum juga telah melewati batas yang ditentukan.

Kasi Humas Polresta Ambon Ipda Janet Luhukay menjelaskan, situasi tersebut dapat segera diredam setelah Kabag Ops Polresta Ambon melakukan pendekatan dan mediasi dengan penanggung jawab aksi serta Korlap.

“Situasi dapat diredam melalui komunikasi dan dialog dengan penanggung jawab serta Korlap aksi. Kami mengedepankan langkah persuasif agar penyampaian aspirasi tetap berjalan dengan aman dan tertib,” jelasnya.

Sekitar pukul 20.38 WIT, massa aksi menyerahkan buku sejarah A.M. Sangadji kepada Wakil Gubernur Maluku sebagai simbol perjuangan dan harapan agar aspirasi tersebut mendapat perhatian pemerintah.

Setelah proses penyerahan, sekitar pukul 20.40 WIT, massa mahasiswa membubarkan diri secara tertib dan situasi di kawasan Lapangan Merdeka kembali berjalan normal. Sebagian mahasiswa kemudian bergabung dengan masyarakat untuk menyaksikan rangkaian perayaan HUT ke-451 Kota Ambon.

 

Polresta Luruskan Informasi yang Beredar

Terkait informasi di media sosial yang menyebut adanya kericuhan besar hingga tengah malam, Polresta Ambon menegaskan bahwa informasi tersebut tidak menggambarkan kondisi yang terjadi di lapangan.

Kepolisian mengimbau masyarakat, media massa, maupun pengelola akun media sosial agar memastikan informasi yang disampaikan telah terverifikasi dan disajikan secara berimbang.

“Kami menegaskan bahwa informasi mengenai adanya bentrokan besar hingga tengah malam tidak sesuai dengan fakta di lapangan, tidak ada korban jiwa maupun materil. Pengamanan yang dilakukan kepolisian merupakan bagian dari upaya menjaga ketertiban dan keamanan fasilitas umum selama rangkaian HUT Kota Ambon, sekaligus memastikan penyampaian aspirasi mahasiswa dapat berlangsung dengan baik,” tegas Ipda Janet.

Pemerintah daerah bersama jajaran kepolisian mengapresiasi penyampaian aspirasi mahasiswa terkait perjuangan A.M. Sangadji. Aspirasi tersebut diharapkan dapat terus dikawal melalui mekanisme yang berlaku hingga ke tingkat pemerintah pusat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *