Jenguk Korban Bentrokan Matraman, Widya Pratiwi Serukan Persatuan dan Kesetaraan bagi Seluruh Anak Bangsa
Jakarta, Salawaku – Anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku dari Partai Amanat Nasional (PAN), Widya Pratiwi, mengunjungi David Soumokil, korban bentrokan di kawasan Matraman, Jakarta Timur, yang berasal dari Maluku dan saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Widya memberikan dukungan moril kepada korban dan keluarga, sekaligus menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga persaudaraan, persatuan, serta kesetaraan di tengah keberagaman bangsa Indonesia.
Menurut Widya, Indonesia dibangun melalui perjuangan dan pengorbanan seluruh anak bangsa tanpa memandang asal daerah, suku, ras, maupun agama. Karena itu, setiap warga negara berhak mendapatkan perlakuan yang sama dan tidak boleh dipandang sebagai warga kelas dua.
“Republik ini dibangun di bawah Merah Putih dengan pengorbanan seluruh anak bangsa. Jangan pernah memperlakukan saudara sebangsa sebagai manusia kelas dua. Sebangsa dan setanah air harus diwujudkan melalui sikap saling merangkul, saling menghormati, dan berbagi kasih,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa perbedaan identitas tidak boleh menjadi alasan untuk menumbuhkan diskriminasi ataupun kebencian. Indonesia, kata Widya, adalah rumah bersama yang berdiri kokoh di atas semangat Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, konflik hanya akan meninggalkan luka dan duka, sedangkan kasih sayang, toleransi, dan rasa saling menghormati akan memperkuat persatuan bangsa.
Widya juga mengingatkan bahwa Indonesia bukan hanya milik masyarakat di kota-kota besar atau Pulau Jawa, tetapi juga milik seluruh rakyat yang tinggal di pelosok Nusantara, mulai dari Aceh hingga Papua, dari pesisir Maluku hingga pegunungan Papua, serta seluruh wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Nusa Tenggara.
Karena itu, ia meminta negara untuk hadir melindungi seluruh rakyat tanpa membedakan latar belakang apa pun serta memastikan keadilan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh anak bangsa.
“Negara harus mampu merangkul setiap perbedaan, menjaga keadilan bagi seluruh rakyat, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang merasa terasing di negeri sendiri. Sebab, Indonesia adalah rumah kita bersama,” tutup Widya.

