Pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Ambon Tunjukkan Progres Positif

Ambon, Salawaku-Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap transportasi laut sebagai tulang punggung konektivitas nasional. Pelabuhan tidak hanya berfungsi sebagai simpul transportasi, tetapi juga berperan strategis sebagai gateway pembangunan ekonomi, sosial, dan pemerataan wilayah, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang memiliki karakter geografis kepulauan.

Pelabuhan Ambon menjadi salah satu pelabuhan utama di Provinsi Maluku dan Indonesia Timur. Selain berfungsi sebagai collector port, Pelabuhan Ambon juga berperan penting sebagai titik transit pergerakan penumpang antar-pulau, penghubung wilayah hinterland, pendukung distribusi logistik, serta pengembangan pariwisata bahari. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan aktivitas ekonomi, kebutuhan akan terminal penumpang yang lebih representatif dan berstandar nasional menjadi suatu keniscayaan.

Pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Ambon dirancang untuk menghadirkan fasilitas yang modern, aman, nyaman, dan berdaya saing, sekaligus mencerminkan wajah pelabuhan sebagai etalase maritim Indonesia Timur. Proyek ini juga sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan pelabuhan dan peningkatan konektivitas antarwilayah.

Baca juga :  Warga Binaan Lapas Namlea Jadikan Perpusatakaan Sarana Literasi

Hingga pertengahan Desember 2025, proyek telah memasuki minggu ke-21 pelaksanaan dengan capaian progres fisik sebesar 5,59%, melampaui target awal sebesar 4,63%, sehingga menunjukkan deviasi positif terhadap rencana kerja.

“Progres pekerjaan hingga saat ini masih berada di atas target yang direncanakan. Hal ini menunjukkan bahwa pengendalian proyek berjalan dengan baik dan tetap berada dalam koridor perencanaan,”ujar General Manager Regional 4 Ambon.

Berdasarkan rencana kerja tahun 2026, progres kumulatif pada Triwulan I (Januari–Maret 2026) ditargetkan mencapai ±30%, yang akan menjadi fondasi penting bagi penyelesaian tahapan konstruksi pada triwulan berikutnya. Lingkup pekerjaan Triwulan I meliputi pekerjaan persiapan, pekerjaan tanah, struktur pondasi, struktur lantai 1 dan 2, pekerjaan arsitektur, hingga pekerjaan plumbing, yang direncanakan secara bertahap dengan jadwal yang terukur dan realistis.

Dalam pelaksanaannya, proyek sempat menghadapi sejumlah tantangan pada awal Desember 2025, terutama terkait pasokan beton curah dari pemasok serta kendala teknis dan operasional lainnya. Namun, seluruh kendala tersebut telah ditangani melalui koordinasi intensif antara GM Pelabuhan Cabang Ambon, UPP Regional 4 Pelindo, Konsultan APN, PT PPI, serta pihak pemasok, disertai langkah-langkah perbaikan kinerja.

Baca juga :  Warga Binaan Lapas Wahai Panen Tomat Segar

Menanggapi berbagai isu eksternal yang berkembang, termasuk informasi nepotisme, penghentian kerja mandor, kapasitas finansial subkontraktor lokal, maupun genangan air di area terminal, pihak proyek menegaskan bahwa seluruh isu tersebut dapat diklarifikasi kembali keabsahan dan validasinya bagi pihak yang menyampaikan isu tersebut.

“Baik permasalahan mayor maupun minor telah ditangani dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik. Seluruh proses pengadaan barang dan jasa dilaksanakan sesuai ketentuan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan dinyatakan layak secara teknis maupun finansial,”tegas Wahyu Ary Prabowo.

Secara keseluruhan, Proyek Pembangunan Terminal Penumpang Pelabuhan Ambon tetap berada dalam koridor pengendalian yang akuntabel. Dengan komitmen manajemen, dukungan seluruh pemangku kepentingan, serta langkah percepatan yang terukur, proyek ini diharapkan dapat diselesaikan sesuai target mutu, waktu, dan biaya, serta memberikan manfaat jangka panjang bagi pelayanan transportasi laut dan pembangunan Indonesia Bagian Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *