Sinergi Pembinaan Kerohanian, Upaya Lapas Tual Membangun Integritas Moral Warga Binaan Protestan
Langgur, Salawaku– Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tual kembali melaksanakan pembinaan kerohanian bagi warga binaan Kristen Protestan. Bimbingan kerohanian tersebut dipimpin oleh Pendeta didampingi majelis dari Gereja Anugerah Kabupaten Maluku tenggara, Selasa (16/12).
Program pembinaan mental spiritual yang rutin dilaksanakan bukan sekadar rutinitas keagamaan. Ini adalah momen penyembuhan. Melalui pendampingan kerohanian, para warga binaan diajak untuk memandang diri mereka melalui kacamata kasih Kristus, sebagai pribadi yang berharga dan layak mendapatkan kesempatan kedua.
Kalapas Tual, Nurchalis Nur, menegaskan bahwa pembinaan mental spiritual adalah salah satu pilar utama dalam proses reintegrasi sosial. Menurutnya, penjara tidak boleh hanya menjadi tempat penghukuman, tetapi harus menjadi wadah pembelajaran diri. “Pembinaan kerohanian Kristen yang konsisten membantu warga binaan untuk menyadari kesalahan masa lalu dan membangun fondasi moral yang baru,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Pendeta Rina Lekatompessy, mengatakan fokus ini menekankan pada konsep Ciptaan Baru, di mana masa lalu tidak lagi mendikte identitas seseorang. “Di sini, kami mengajarkan bahwa tidak ada satu tembok pun yang terlalu tebal untuk ditembus oleh kuasa pengampunan Kristus. Tugas saya adalah menjaga agar api iman ini tetap menyala melalui bimbingan Alkitabiah, sehingga mereka tidak merasa sendirian dalam perjuangan mereka menuju pertobatan sejati,” tuturnya.
Momen “Berbagi Kasih” menjadi puncak dari kehangatan persaudaraan ini. Aksi berbagi ini menjadi bukti nyata bahwa mereka tidak dilupakan oleh dunia, dan terlebih lagi, tidak dilupakan oleh Tuhan.
Melalui pembinaan ini, api iman dijaga agar tetap menyala, bahkan di tempat yang paling gelap sekalipun. Fokusnya bukan lagi pada kesalahan yang telah diperbuat, melainkan pada pemulihan karakter dan persiapan diri untuk kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang baru. Pembinaan ini adalah tentang membangun gereja di dalam hati, di mana pertobatan menjadi fondasi dan kasih menjadi atapnya.

