AMBON, SALAWAKU- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI) Maluku Benhur Watubun menegaskan, PDIP perjuangan bukan saja mesin kekuasaan tapi alat untuk menggodok pikiran dan gagasan bagi kepentingan rakyat di Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Benhur saat membuka diskusi publik yang digelar DPD PDI Perjuangan maluku di Hotel Pacific Ambon, Sabtu (17/5)
Kata dia, saat ini PDIP tak lagi berwacana melainkan akan terus menjadi sandaran Masyarakat untuk mengkonsolidasikan gagasan dan pikiran yang bermanfaat bagi pembangunan di Maluku.
“tugas partai politik adalah mengkonsolidasi pikiran dan gagasan rakyat supaya menghadirkan pikiran pikiran yang lebih bermanfaat bagi pembangunan daerah,” kata Benhur.
Dia menyebut, PDI Perjuangan harus menjadi lokomotif perubahan. Gagasan-gagasan politik kepartaian harus menyatu dengan pikiran rakyat. Agenda perjuangan untuk kesejahteraan dan kemajuan daerah.
“Gagasan politik Partai harus menyatu dengan rakyat. Partai ini, menjadi lokomitif perjuangan rakyat untuk perubahan,” sebut Benhur.
Benhur juga menyoroti, tumpang tindih kebijakan yang dibuat pemerintahan Presiden RI Prabowo-Gibran terkait instruksi Presiden yang belum dituntaskan.
Dengan demikian Benhur mengatakan, PDIP harus menjadi lokomotif untuk menghasilkan gagasan yang menjadi kepentingan rakyat.
“gagasan ini kita harus menyatu dengan rakyat untuk merubah gagasan ini menjadi kebijakan politik,” kata Benhur.
Dia berharap, pandangan dan sikap kritis akademisi maupun profesor agar dapat menjadi sebuah gagasan dan rekomendasi kepada pemerintah pusat
“Paling tidak apa yang kita dapat di hari ini harus bermuara pada hasil yang maksimal untuk kepentingan rakyat dan bangsa kita,” tandasnya.






