Ambon Surga Baru Wisata Bahari dan Diving Bagi Para Penyelam

Ambon Surga Baru Wisata Bahari dan Diving Bagi Para Penyelam

Ambon Surga Baru Wisata Bahari dan Diving Bagi Para Penyelam – Tren pariwisata bahari dewasa ini terus meningkat termasuk kunjungan ke destinasi wisata di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Indonesia dan Penasehat Menteri Pariwisata, Indroyono Soesilo.

“Berdasarkan data kunjungan di destinasi pariwisata bahari unggulan di Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam tiga tahun belakangan ini. Indonesia juga banyak mengembangkan destinasi wisata bahari akhir-akhir ini yang terbaru ada di Ambon, Maluku,” kata Indroyono, Minggu (9/4/2017).

Indroyono memaparkan, Ambon memiliki sekitar 21 titik penyelaman, tersebar mulai dari Tanjung Sial di bagian utara Ambon hingga Malilana di timur. Ekosistem terumbu karang tumbuh sehat dengan spektrum biota laut yang warna-warni.

“Ambon memiliki keistimewaan tersendiri. Memiliki spot-spot terbaik. Ada Batu Lompa, Hukurila Cave, Aquila Wreck dan Laha. Spot ini adalah representative destinasi dive di wilayah Timur Indonesia,” ujar Indroyono yang dibenarkan oleh Menpar Arief Yahya.

Bahkan Menteri Arief Yahya menegaskan, 7 dari 10 Bali Baru sebutan lain dari 10 top destinasi prioritas berbasis bahari yakni Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.

Berbicara soal wisata bahari di Ambon tidak hanya diving saja yang bisa diandalkan. Pulau-pulau di Teluk Ambon banyak terdapat alam natural dengan air yang masih sangat jernih.

“Kalau hanya wisata bahari, di Ambon bisa sangat mudah didapatkan. Banyak pula pulau-pulau yang tidak berpenghuni yang keindahannya tak bisa ditemukan di kawasan lain,” kata Indroyono.

Karena itu, lanjut Indroyono, Kementerian Pariwisata mendukung penuh Pemerintah Daerah Ambon yang mengembangkan potensi bahari menjadi salah satu sektor unggulan yang menjadi fokus pengembangan dunia pariwisata di kota bertajuk “Manise” tersebut.

“Potensi bahari di Ambon sangat menjanjikan dan tentu akan menjadi daya tarik tersendiri bagi turis mancanegara. Pada prinsipnya Ambon ini sudah dikenal, karena itu tentu kita harus mempersiapkan apa-apa yang menjadi daya tarik untuk wisatawan, salah satunya dengan mengembangkan sektor wisata bahari,” kata Indroyono.

Selain potensi bahari, sambung Indroyono, Ambon juga memiliki potensi pariwisata seni budaya yang perlu terus dikembangkan. Saat ini Ambon juga sangat kental dengan musik tradisional maupun musik modern.

“Potensi seni budaya juga akan dikembangkan, selain itu Ambon juga sangat kuat dengan karakter musik, itu yang membuat karakter Ambon makin dikenal,” kata Indroyono.

Sebagai bentuk keseriusan dalam mengembangkan potensi wisata bahari Ambon, baru-baru ini Kemenpar mengajak media massa plus dive operator dari Singapura dan Malaysia untuk melihat, menyentuh, merasa, mendengar dan menemukan langsung sensasi keajaiban alam dan budaya di destinasi Ambon.

Awak media Singapura diset untuk membuat reporting kepada pembaca dan pemirsanya, melalui tulisan, foto-foto dan gambar bergerak atau video yang langsung terkoneksi dengan media sosial. Sedangkan untuk dive operators, mereka bisa merasakan sensasinya, lalu membuat paket-paket tur sampai ke Aceh dan Ambon.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pengalaman dan informasi (update) terbaru terkait destinasi kepada wisatawan. Alasan lainnya adalah sebagai ajang promosi Ambon sebagai top 10 dive destinations.

Selain itu, wisata bahari Ambon juga sempat dipromosikan di Deep and Extreme Indonesia 2017 yang dihadiri sellers dari seluruh Indonesia dan I dari negara-negara Asia Tenggara (Singapura dan Malaysia) dan Asia Pasifik.

Selain itu, dihadiri oleh penyedia jasa dan product diving dan olahraga outdoor lainnya. Saat ini yang masih berlangsung, Wonderful Indonesia juga menjajakan wisata-wisata bahari dalam pameran Marine Diving Tokyo di Jepang.

Share this post