Sepanjang Tahun 2017, Maluku Diguncang 1.397 Gempa

Sepanjang Tahun 2017, Maluku Diguncang 1.397 Gempa – Maluku tercatat sebagai salah satu wilayah di Indonesia yang rawan terhadap bencana gempa. Setiap tahunnya, provinsi di bagian timur Indonesia ini diguncang lebih dari 1.000 kali gempa.

Berdasarkan data yang diperoleh Kompas.com dari Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Ambon, sepanjang 2017 tercatat Provinsi Maluku diguncang sebanyak 1.397 kali gempa bumi.

“Total gempa yang terjadi di Maluku dari 1 Januari hingga 30 Desember 2017 itu sebanyak 1.397 kali,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Ambon, Andi Azhar Rusdin kepada Kompas.com, Sabtu (30/12/2017).

Menurut Azhar, dari ribuan kali gempa yang terjadi di Maluku, gempa paling besar terjadi di Kota Ambon pada akhir Oktober 2017, yang berkekuatan 6,0 magnitudo. Selebihnya, ada yang 5 magnitudo hingga yang paling terkecil dengan kekuatan di atas 2 magnitudo.

“Kalau yang tercatat di BMKG itu gempa paling besar berkekuatan 6,0 magnitudo,” kata Azhar.

Dia mengatakan, dari ribuan kali gempa yang terjadi tersebut, sebanyak 58 kali dirasakan getarannya. Sisanya tidak dirasakan karena kekuatan gempa yang relatif kecil.

“Dari 58 kali gempa yang ikut dirasakan getarannya itu, dua gempa bumi berdampak pada kerusakan,” ucap Azhar.

Gempa yang terjadi sepanjang tahun ini lebih banyak dibandingkan dengan yang terjadi pada 2016. Pada 2016, gempa di Maluku tercatat sebanyak 1.147 kali dengan gempa terbesar berkekuatan 5,7 magnitudo.

Maluku merupakan wilayah yang rawan gempa dan tsunami. Sebab, Maluku berada pada pertemuan tiga lempeng besar, yakni Pasifik, Indo Australia, dan Eurasia. Lempeng Indo Australia masuk ke bawah Eurasia dan bertemu lempeng Pasifik. Pertemuan dua ini membuat terjadinya patahan yang tidak beraturan.