4 Tradisi Ekstrem di Maluku Yang Bikin Kamu Merinding

4 Tradisi Ekstrem di Maluku Yang Bikin Kamu Merinding

4 Tradisi Ekstrem di Maluku Yang Bikin Kamu Merinding – Maluku atau yang dikenal secara internasional sebagai Moluccas dan Molukken adalah provinsi tertua yang ada di Indonesia, lintasan sejarah Maluku telah dimulai sejak zaman kerajaan-kerajaan besar di Timur Tengah seperti kerajaan Mesir yang dipimpin Firaun.

Setiap daerah di indonesia memiliki ciri khas kebudayaan yang berbeda. Kebudayaan Indonesia apabila di bagi berdasarkan jenisnya, akan dilihat dari unsur : Rumah Adat, Tradisi Adat, Tarian, Lagu, Alat Musik, Pakaian Adat dan Makanan. Salah satu kebudayaan Indonesia adalah kebudayaan Maluku.

Maluku kaya akan kekayaan alam yang melimpah menjadikan Maluku memiliki aset alam yang luar biasa mulai dari laut hingga daratan. Seni budaya serta adat istiadat tradisinya juga menjadi daya tarik sendiri bagi Maluku. Berikut ini 5 Budaya Ekstrim Masyarakat di Maluku.

1. Abdau, Tradisi Masyarakat Tulehu Memperingati Idul Adha



Tradisi abdau adalah bagian dari parade budaya lokal di Negeri Tulehu, yang terletak di sebelah timur kota Ambon atau sekitar 25 kilometer dari Ambon. Parade budaya ini dirayakan setiap tahun pada Hari Raya Idul Kurban. Atraksi abdau dilakukan dengan cara, ratusan pemuda dengan sekuat tenaga memperebutkan sebuah bendera bertuliskan huruf arab warna putih “Lailaha ilallah muhammadarrasulullah” (Kami bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).

Nuansa kekerasan sangat kental dalam ritual ini. Ratusan pemuda, tua dan muda berdesak-desakan, ada yang melompat dari atas pagar atau atap rumah supaya bisa berada di atas kerumunan dan berjalan di atas tubuh-tubuh yang sedang berebut bendera. Tak jarang, mereka yang berdiri di atas tubuh teman-temannya jatuh ke tanah dan terinjak kerumunan yang sedang bersemangat tinggi.

Rebutan bendera ini dilakukan sambil mengelilingi negeri hingga berakhir di Masjid Raya Negeri Tulehu. Selain atraksi abdau, sejumlah atraksi lain juga dipertontonkan seperti dabus, ilmu alfitrah, tarian sawat, tarian ma’atenu atau cakalele dan sejumlah atraksi budaya lainnya.

Sebagian pemuka adat dan agama di Tulehu mengatakan, tradisi abdau berasal dari kata abada yang artinya ibadah. Secara harfiah, abdau merupakan sebuah pengabdian seorang hamba kepada Sang Pencipta. Asal usul tradisi Abdau diperkirakan dimulai sekitar tahun 1500 Masehi, seabad setelah masuknya Islam ke Tanah Hitu atau Jazirah Leihitu.

2. Ma’atenu, Tradisi Uji Kekebalan Yang Sakral Dari Maluku

Di Maluku, tepatnya di Kabupaten Maluku Tengah, Kecamatan Pulau Haruku, Jazirah Hatuhaha, terdapat sebuah Desa yang memiliki adat dan tradisi yang sakral, yaitu Desa Pelauw.Tradisi itu dinamakan Ma’atenu, yaitu uji coba kekebalan tubuh terhadap segala jenis senjata tajam.Tradisi ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, dimana ritual Ma’atenu ini menggambarkan heroiknya perjuangan masyarakat Pelauw melawan para penjajah.

Tradisi Ma’atenu ini diselenggarakan setiap 3 (tiga) tahun sekali. Dan pelaksanaan terakhir pada tanggal 12 Maret 2015.Peserta Ma’atenu ini adalah para kaum Adam Desa Pelauw yang telah dewasa. Dan apabila seseorang masih memiliki darah keturunan Pelauw, bisa juga ikut serta tradisi Ma’atenu ini.

Tak ada ritual khusus bagi para peserta Ma’atenu, semua lelaki Pelauw boleh ikut jika mendapat izin dari kedua orang tua.Rupanya kekebalan senjata tajam oleh Orang Pelauw ini merupakan anugerah tersendiri dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Setiap orang Pelauw maupun yang berdarah turunan Pelauw, pasti memiliki kekuatan tersembunyi dalam dirinya, yang akan muncul sewaktu-waktu jika mereka dalam bahaya, atau dalam kondisi kebatinan yang menyedihkan.Ketika mereka dalam kondisi Ka’a atau Trance itulah, mereka akan kebal dari segala jenis senjata tajam.

3. Pukul Sapu, Tradisi Menegangkan Asal Maluku Yang Penuh Filosofi

Pukul Manyapu atau Baku Pukul Manyapu merupakan atraksi unik dari Maluku Tengah yang biasanya dipentaskan di Desa Mamala dan Desa Morella, Maluku Tengah. Tradisi ini berlangsung setiap 7 syawal (penanggalan Islam) yang telah berlangsung dari abad XVII yang diciptakan seorang tokoh agama Islam dari Maluku bernama Imam Tuni.

Sebagai pertunjukkan dari perayaan keberhasilan pembangunan masjid yang selesai dibangun pada 7 syawal setelah Idul Fitri.Tradisi ini mengundang banyak perhatian wisatawan lokal maupun asing karena keunikan yang seru dan seram. Tradisi Pukul Manyapu dipandang sebagai alat untuk mempererat tali persaudaraan masyarakat di Desa Mamala dan Desa Morella. Dipertunjukan oleh pemuda yang dibagi dalam dua kelompok dimana setiap kelompoknya berjumlah 20 orang.

Kedua kelompok dengan seragam berbeda itu akan bertarung satu sama lain. Kelompok satu menggunakan celana berwarna merah sedangkan kelompok lainnya menggunakan celana berwarna hijau. Pesertanya juga diwajibkan menggunakan ikat kepala untuk menutupi telinga agar terhindar dari sabetan lidi. Alat pukul dalam tarian ini adalah sapu lidi dari pohon enau dengan panjang 1,5 meter.

Bagian tubuh yang boleh dipukul adalah dari dada hingga perut. Setelah suara suling mulai ditiup sebagai aba-aba barulah mereka bergantian saling memukul sapu hingga terlihat jelas sabetan pada tubuh hingga darah berceceran.

4.Bambu Gila, Permainan Tradisional Masyarakat Ambon

Semua pasti tidak asing dengan bambu gila, walaupun banyak dari kita tidak secara langsung menyaksikannya namun bambu gila begitu terkenal di Indonesia. Tidak haya di Indonesia, bambu gila cukup populer untuk para wisatawan yang berasal dari luar negeri. Bambu gila merupakan sebuah permainan yang berasal dari Maluku, sebuah permainan traditional.

Walaupun hanya sebuah permainan, namun bambu gila bukanlah permainan biasa karena permainann ini memiliki aura mistis yang dapat membuat 5 bahkan lebih orang yang memainkannya akan kelelahan bahkan dapat terpental ketika bambu ini mulai menggila. Selain kaya akan nilai seni, kesenian satu ini sangat kental akan kesan mistis dengan menggunakan bambu sebagai medianya.

Bambu Gila ini merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di daerah Maluku dan sering ditampilkan di berbagai acara baik adat, hiburan, maupun acara budaya.Kesenian Bambu Gila ini biasanya dibawakan oleh para laki-laki yang terdiri 7 orang dan 1 orang bertindak sebagai pawang.

Pawang ini nantinya akan bertugas membacakan mantra, memasukan roh ke dalam bambu, dan menjinakkannya. Bambu yang digunakan dalam kesenian ini tentu bukan bambu sembarangan dan harus memiliki karakteristik khusus. Masih banyak lagi tradisi-tradisi di indonesia khususnya di maluku yang belum di publikasikan. sekian artikel tentang 4 Tradisi Ekstrem di Maluku Yang Bikin Kamu Merinding.

Share this post

Post Comment