RAMA Sulit di Bendung

RAMA Sulit di Bendung

RAMA Sulit di Bendung- Langkah Pasangan calon Bupati petahana Ramly I Umasugi dengan Wakil yang di usungnya Amustofa Besan  untuk memimpin Kabupaten Buru periode 2017-2022, sulit untuk di bendung.

Fakta ini terlihat jelas dari beberapa kali kampanye dialogis yang dilakukan  petahana dengan akronim RAMA ini.

Antuasiasnya masyarakat terlihat begitu besar, saat pasangan RAMA hadir dan berjalan menuju lokasi kampanye yang dipusatkan di desa Air Buaya Kecamatan Air Buaya, Minggu (18/12).

Terlihat ribuan warga begitu antusias menanti kedatangan Ramly dan Amus. Warga pun menyambut pasangan dengan akronim RAMA ini dengan adat dan tarian Adat. selanjutnya RAMA digiring oleh kepala-kepala soa dan melakukan upacara adat sekaligus dengan ritual adat buru untuk mendoakan pasangan tersebut berhasil dan sukses untuk memenangkan pilkada Buru pada tanggal 15 februari 2017 mendatang.

Bahkan ketika Ramly dan Amus tiba di Desa Air Buaya, suasana kampanye layaknya kampanye akbar presiden.

Suasana kampanye dialogis saat itu begitu sangat meriah. Tercatat kurang lebih hampir 8.000 warga Kecamatan Air Buaya dan sekitarnya menghadiri kampanye dimaksud.

Dihadapan masyarakat, calon Bupati itu kemudian mengungkapkan rasa hormat dan bahagianya kepada ribuan warga Kecamatan Air Buaya dan sekitarnya.

“Saya merasa sangat terhormat dan bahagia tiba di sini, saya perlu memberikan apreasiasi dan kebanggaan saya kepada semua masyarakat Air Buaya dan sekitarnya saat ini, ini menandakan bahwa di tanggal 15 Februari 2017 kita akan memenangkan  Pilkada ini secara signifikan,” tandasnya.

Ia mengatakan, jika Kemudian masyarakat memilihnya bersama dengan Amustofa Besan untuk memimpin Kabupaten Buru lima tahun mendatang, maka pastinya gerak pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di segala bidang akan dibangun terus bersama masyarakat.

“Kami telah menyusun RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) yang berusia 5 sampai 10 tahun yang di dalamnya termuat program-program yang pro rakyat, berpihak kepada rakyat untuk bagimana menghadirkan kesejahteraan, keterbukaan demokratis, mandiri dan berkeadilan untuk menciptakan senyum Bupolo, dengan terus mendorong wilayah Kecamatan Air Buaya, Kecamatann Fena Leisela dan daerah pesisir Buru Utara Barat untuk menjadi pusat sumber daya pertanian dan perikanan, sehingga wilayah ini menjadi wilayah yang tumbuh segar dan akan kami terus menggalakan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan untuk membuka akses masyarakat, dan terus membuat struktur ekonomi daerah ke arah yang lebih baik,” tegasnya.

Bupati patahana ini juga mengaku telah membuat konsep Multigesistem (Sistem Pintu Keluar) yang dimana didasarkan pada keunggulan masing-masing wilayah untuk pengembangan wilayah Kabupaten Buru meliputi  Kecamatan Batabual dengan pelabuhannya untuk melayani rute Manipa dan Pulau Ambon, Kota Namlea untuk melayani barang dan jasa, Bandar Udara Namniwel, dan Teluk Bara Kecamatan Air Buaya dengan pelabuhannya untuk melayani rute Bara Kepulauan Sula.

“Ini yang saya lakukan untuk bagimana menjadikan keunggulan masing-masing daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat, dan terkhususnya di Kecamatan Air Buaya dengan teluk Baranya,” ujarnya.

Ramly juga mengaku akan mengembangkan sentral ekonomi baru pada wilayah Kecamatan Air Buaya.

“Yang saya tawarkan dan saya dorong yakni pemekaran Buru Utara Barat, yang juga di dalamnya juga ada Kecamatan Air Buaya, ini yang saya lakukan untuk meningkatkan dan menghadirkan taraf ekonomi masyarakat yang baik kedepan, lebih baik mengurusi wilayah kecil tetapi sejahtera dari pada megurusi wilayah besar tetapi susah berkembang,” ujarnya.

Dikatakan juga untuk mewujudkan senyum Bupolo dan menjadikan masyarakat buru yang sejahtera, demokrasi, mandiri dan berkeadilan salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan masyarakat adalah dengan membangun jalan-jalan usaha tani.

“Dalam tahun anggaran 2017, atas kesepakan pemerintah daerah bersama DPRD Kabupaten Buru telah mengesahkan pembangunan jalan usaha tani, jalan produksi, pengadaan bibit-bibit coklat, koprah, cengke, pala dan lain-lain yang telah di bagi kepada para petani. Ini bukti nyata kami dari pasangan RAMA bukan datang dengan tas kofor dengan membawa program jiplak,” tuturnya.

Sementara itu calon Wakil Bupati Buru Amustofa Besan meminta terimakasih kepada masyarakat Air Buaya yang sudah membuat kejutan kepada pasangan RAMA, Besan berharap kehadiran ribuan massa pendukung RAMA di desa ini sudah menunjukan komitmen politik yang positif kepada pasangan RAMA.

“Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masarkat Air Buaya yang telah memberikan kejutan kepada kami dari pasangan rama.” tandas Besan.

Besan juga berharap, kiranya massa sebanyak ini dapat mempertahankan hak politik mereka kepada pasangan RAMA hingga jelang pilkada 15 februari 2017 mendatang.

Sementara di tempat yang sama Ketua tim pemenang pasangan RAMA Iksan Tinggapy mengajak masyarakat untuk men­dukung pasangan RAMA karena meiliki program, konsep, visi dan misi  yang jelas bagi Kabupaten Buru ini kedepan.

“Kabupaten ini harus dipimpin oleh orang-orang yang sudah teruji bekerja nyata dan sangat mempuni dan berpengalaman dalam memimpin Buru kedepan seperti pak Ramly dan pak Amus,” tandasnya.

Untuk itu mari dengan gerbong besar, dengan nahkoda ulung ini, di tanggal 15 Februari mari beramai-ramai datang ke TPS lalu coblos nomor urut 2,” harapnya.

Kampanye yang digelar di desa Air Buaya yang dihadiri ribuan massa pendukung RAMA terlihat meriah, lokasi kampanye terlihat dipadati oleh masyarakat di kiri kanan panggung untuk mendengarkan pesan-pesan politik terkait pembangunan lima tahun mendatang.

Kampanye tersebut juga di­ha­diri sejumlah anggota DPRD dari partai pengusung RAMA yakni Jaidun Saanun (Golkar), Djunaidi Rupelu (PBB), Muham­mad Waekabu (Hanura), Asis Tomia (Gerindra), Fandi Umasugi (Golkar), Hatija Hukul (Demokrat) Arifin Latbual (PDIP), Sunardi Idris (Hanura), mantan anggota DPRD Kabupaten Buru La Ode Jufri (PPP), serta tokoh agama, masyarakat dan pemuda.


Warning: printf() expects at least 1 parameter, 0 given in /home/bpmaluku/public_html/salawaku.com/wp-content/themes/newspaper/content-single.php on line 52

Share this post