Pembobol Website Telkomsel Ternyata Karwayan Sendiri

Pembobol Website Telkomsel Ternyata Karwayan Sendiri

Pembobol Website Telkomsel Ternyata Karwayan Sendiri – ANM, tersangka otak pembobol Website Telkomsel bercerita bagaimana dia dapat masuk ke sever website operator terbesar di Indonesia. Bersama AH, juga tersangka pembobol server website  itu, ia bercerita butuh delapan bulan untuk mengotak-atik melalui internet.

ANM menyebut dia bukan hacker atau peretas situs internet, melainkan seorang defacer dan ternyata Karwayan Sendiri Telkomsel.

ramai dengan pembahasan soal situs resmi Telkomsel yang tampak beda dari biasanya. Tampilan laman depan situs Telkomsel, www.telkomsel.com, ternyata diubah (deface) oleh ANM.

Dalam laman tersebut, ANM  memprotes harga paket data Telkomsel yang dianggap terlalu mahal. Deskripsinya pun berisi kata-kata kasar yang mengeluhkan soal itu.

Pegimane bangsa Endonesia mau maju kalo internet aja mahal,” begitu salah satu deskripsinya, sebagaimana pantauan KompasTekno Jumat (28/4/2017) pagi.

“Saya hobi berat defacing, karena saya bisa terus mendapatkan ilmu baru, (dalam komunitas) saya paling tua atau senior,” katanya ketika berbincang.

Ia mengaku tidak memiliki ilmu khusus dari keilmuan formalnya dalam bidang tekonologi informasi (IT), melainkan seorang lulusan jurusan Geografi Universitas Indonesia. Dari segi keilmuan, pendidikan yang dia tempuh dengan pembobolan server Telkomsel tidak ada hubungannya.

“Saya belajar otodidak. Belajar deface sejak dari 2015 hingga sekarang,” ujar pria bekulit putih ini.

ANM menguraikan perbedaan antara hacker dan cracker. Nama defacer masih jarang terdengar. defacer mirip dengan cracker, sama-sama menyukai gratisan. Bedanya defacer lebih fokus ke dalam bug jaringan/telekomunikasi.

Hacker dikesankan merusak situs yang diretas, walau umumnya tidak demikian. Mereka kebanyakan mencari informasi/data penting tingkat tinggi bukan untuk mencuri/kesenangan, tapi cenderung untuk mengetes, system yang sedang mereka hadapi.

Sementara cracker dikategorikan sebagai orang yang memahami jenis pemrograman tingkat tinggi dan sedikit pengetahuan jaringan. Umumnya cracker membuat kemampuan untuk membuat sebuah program untuk meng-disfungsikan/me-manipulasi jalur yang seharusnya. Contohnya, cracker membuat sebuah program agar program yang seharusnya berbayar menjadi gratis. Cracker tidak terlalu memahami seluk-beluk jaringan mereka kebanyakan cenderung menyukai segala sesuatu yang bersifat gratisan.

ANM meneruskan, ia tidak mudah masuk ke server website Telkomsel meskipun pintunya sudah terbuka. Ia butuh delapan bulan untuk mengotak-atiknya kembali. Sekitar bulan Juni dia merasa mentok, sampai akhirnya mengajak teman sesama  defacer yang dikenalnya lewat komunitas defacer di internet. “Akhirnya saya memanggil AF, DYW, dan SP,” kata dia.

Ada pun MS membantu ANM menjebol server dan yang  menyiapkan script , SP membantu melakukan penjebolan server, menyiapkan skrip, dan mengganti halaman depan Website Telkomsel..

 

Share this post